Abstract :
Transportasi laut menjadi salah satu opsi yang efektif dalam mengangkut penumpang dan
kargo dalam jumlah yang banyak. Transportasi laut juga berperan penting sebagai
penghubung antar pulau yang memungkinkan perpindahan orang maupun kargo dapat
terjadi tanpa hambatan dan membantu pertumbuhan ekonomi dikedua pulau tersebut.
Transportasi laut atau bisa disebut kapal menjadi salah satu moda transportasi laut yang
menghubungkan Balikpapan dan Penajam, khususnya kapal Ferry Ro-ro. Pada studi kasus
kapal Ferry Ro-Ro rute Balikpapan-Penajam, didapatkan hasil observasi berupa kendaraan
tidak diikat sehingga memungkinkan terjadinya pergeseran posisi kendaraan di car deck.
Pergeseran posisi kendaraan berkaitan dengan gaya dan momen yang berkenaan pada
kendaraan akibat dari adanya gelombang samping. Penelitian ini menganalisis percepatan
lateral dan vertikal pada posisi kendaraan menggunakan software maxsurf dengan metode
Strip Theory kemudian dibandingkan besar gaya gesek kendaraan. Adapun peluang
pergeseran kendaraan terbesar pada load case 1 terjadi pada kendaraan GOL V 12 (SB) di
haluan kapal sebesar 23%. Sedangkan pada load case 2, peluang pergeseran kendaraan
terbesar terjadi pada kendaraan terjadi pada kendaraan GOL IV B 17 (SB) di haluan kapal
sebesar 23%.
Kata kunci:
Ferry Ro-Ro, Gelombang, Percepatan Lateral dan Vertikal, Rute Balikpapan-Penajam, Gaya
Gesek.