Abstract :
Resistance Spot Welding (RSW), atau pengelasan titik tahanan, adalah teknik pengelasan yang bekerja dengan melewatkan arus listrik melalui dua atau lebih lembaran logam untuk disatukan. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, variasi waktu pengelasan pada resistance spot welding dapat mempengaruhi struktur mikro, struktur makro, dan kekuatan tarik-geser pada material yang digunakan. Namun, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan waktu pengelasan tidak selalu meningkatkan nilai tarik-geser. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh variasi waktu pengelasan (2,5 detik, 3 detik, 3,5 detik, dan 4 detik) terhadap kekuatan sambungan, struktur makro, dan mikro pada baja galvanis. Pengujian meliputi tensile-shear test untuk mengukur kekuatan sambungan, serta metalografi untuk analisis struktur mikro dan cacat las. Hasil tensile-shear test menunjukkan bahwa waktu pengelasan 2,5 detik menghasilkan kekuatan tarik-geser tertinggi dengan rata-rata 2729,12 N, sedangkan variasi waktu pengelasan lainnya menghasilkan kekuatan yang lebih rendah. Namun, analisis statistik menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa variasi waktu pengelasan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik-geser sambungan las. Hasil metalografi menunjukkan bahwa struktur mikro pada semua spesimen didominasi oleh fasa ferrite dan pearlite. Cacat las yang ditemukan meliputi crack dan porosity pada seluruh spesimen, shrinkage cavity yang hanya muncul pada waktu pengelasan 3,5 detik, serta expulsion yang terjadi pada waktu pengelasan 4 detik. Cacat-cacat ini berkontribusi pada penurunan area efektif nugget, sehingga mempengaruhi kekuatan sambungan. Selain itu, jenis patahan (fracture mode) yang teridentifikasi pada semua spesimen adalah interfacial fracture, yang menunjukkan dominasi kegagalan pada area antar muka.