Abstract :
Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar, memiliki potensi perikanan besar yang sering terabaikan. Solusi teknologi ramah lingkungan dan efisien, seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pada kapal ikan, dapat membantu memenuhi kebutuhan energi sistem pendingin hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah panel surya yang dapat dipasang pada kapal ikan, memahami pengaruh penambahan panel surya terhadap stabilitas kapal, serta menghitung periode balik modal (payback period) dari investasi pemasangan sistem PLTS dan kotak pendingin. Hasil Penelitian ini adalah jumlah panel surya yang dapat dipasang pada atap kapal ikan 8. Setiap panel memiliki kapasitas 500 WP, menghasilkan total daya 20.000 Watt per hari, cukup untuk mengoperasikan 4 kotak pendingin. Dari perhitungan stabilitas, kapal tetap memenuhi standar stabilitas yang ditetapkan dalam IMO A.749(18) Ch3. Dalam perhitungan analisa ekonomi, payback period menunjukkan bahwa proyek dengan PLTS membutuhkan waktu 2 tahun untuk kembali modal, sementara proyek tanpa PLTS hanya membutuhkan 1 tahun. Meskipun pengembalian modal untuk proyek dengan PLTS lebih lama, hasil ini menunjukkan bahwa investasi dalam sistem panel surya dan kotak pendingin masih cukup layak secara finansial.
Kata kunci : tenaga surya, sistem pendingin ikan, kapal nelayan, analisis ekonomi, stabilitas kapal.