Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Adinasifa, Dwi Putri
Patrisia A, Putriana
Subject
TP Chemical technology
Datestamp
2025-01-14 02:30:05
Abstract :
Monoethanolamine (MEA) dengan rumus kimia C2H7NO merupakan bahan kimia cair hasil reaksi amonolisis dari amonia (NH3) dan etilen oksida (C2H4O). Reaksi ini juga menghasilkan produk samping diethanolamine (DEA) dengan rumus kimia C4H11NO2 dan triethanolamine (TEA) dengan rumus kimia C6H15NO3. Kebutuhan MEA di Indonesia mengalami peningkatan hingga 27,89% di tiap tahunnya. Namun, sampai saat ini di Indonesia belum memiliki pabrik yang memproduksi MEA. Kegunaan MEA di industri antara lain, industri detergen sebagai penstabil busa, industri gas alam sebagai sweetener CO2 dan H2S, industri aspal, industri pembersih, dan masih banyak kegunaan lain. Maka dari itu, dilakukan kajian mengenai prarancangan pabrik MEA dari ammonia dan ethylene oxide dengan proses amonolisis pada kapasitas 10.000 ton per tahun yang berlokasi di Kawasan Industri Kujang Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Lokasi tersebut dipilih karena dekat dengan produsen bahan baku ammonia. Pembentukan MEA dilakukan pada suhu dan tekanan tinggi karena reaksi amonolisis terjadi pada fase cair. Terdapat dua metode dalam pembentukan MEA yakni menggunakan anhydrous ammonia dengan katalis air dan aqueous ammonia dengan katalis acidic inorganic. Dengan berbagai pertimbangan, reaksi yang digunakan adalah reaksi amonolisis dengan menggunakan ammonia anhidrat menggunakan katalis silica alumina karena konversi yang lebih besar dari proses lainnya dan berada pada tekanan yang lebih rendah dibandingkan dengan metode yang lain. Adapun proses pembuatan MEA terbagai menjadi dua tahapan utama yakni tahap sintesis dan tahap separasi. Pada tahap sintesis, terjadi reaksi pembentukan monoethanolamine pada reaktor. Keluaran dari reaktor dialirkan ke tahap separasi dimana ammonia, ethylene oxide, dan air yang bersisa di-recycle untuk digunakan kembali sebagai bahan baku. Sedangkan MEA, DEA, dan TEA akan diseparasi dengan menggunakan kolom distilasi. Adapun total modal (TCI) dari pabrik ini sebesar Rp801.484.642.090. Aspek ekonomi yang terukur dari pabrik ini adalah nilai BEP sebesar 58%, ROI sebesar 89,52%, DCFR sebesar 47,59%. Sehingga pabrik ini layak untuk dikaji lebih lanjut.