DETAIL DOCUMENT
Analisis Nilai Peak Ground Acceleration (PGA) di Daerah IKN Menggunakan Metode Empiris Kanai - Submit Jurnal/Seminar
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Bidangan, Alfania Batara
Subject
G Geography (General) 
Datestamp
2025-01-14 05:45:03 
Abstract :
Bencana yang disebabkan oleh faktor alam disebut sebagai bencana alam. Salah satunya yaitu bencana gempa bumi. Kejadian gempa bumi di Kalimantan Timur tergolong rendah. Sehubungan dengan rencana pemindahan ibu kota Negara Indonesia ke Ibu Kota Nusantara (IKN), maka diperlukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui dampak gempa bumi dari sekitar daerah sekitarnya terhadap IKN. Peak Ground Acceleration (PGA) adalah nilai percepatan puncak tanah akibat getaran gempa bumi di suatu wilayah tertentu. Tingkat risiko akibat gempa bumi pada suatu wilayah dapat diperkirakan dari nilai PGA pada wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran nilai PGA dan perkiraan skala intensitas gempa bumi pada daerah IKN sebagai suatu parameter yang bisa menggambarkan dampak dari terjadinya gempa bumi dan sebagai langkah awal mitigasi bencana gempa bumi untuk mengurangi risiko kerusakan akibat peristiwa gempa bumi. Data penelitian yang digunakan berupa data sekunder yaitu 44 titik pengukuran data mikrotremor dan data kejadian gempa bumi berupa magnitudo, titik episenter dan hiposenternya. Data tersebut diolah menggunakan analisis Horizontal to Vertical Spectral Rasio (HVSR) di software Geopsy dan menghitung nilai PGA menggunakan formulasi empiris Kanai di Microsoft Excel. Hasil pengolahan data dengan 44 titik pengukuran diperoleh nilai frekuensi natural (f0) berkisar antara 0,74 ? 14,01 Hz. Setelah diperoleh nilai f0 dengan tambahan beberapa parameter dari data kejadian gempa bumi, maka diperoleh nilai PGA berkisar antara 0,69 ? 34,29 gal. Berdasarkan tabel Skala Intensitas Gempa bumi (SIG) BMKG diketahui nilai tertinggi PGA yang diperoleh masuk ke dalam skala II. Skala II pada tabel SIG tergolong cukup aman dengan deskripsi dirasakan oleh orang banyak, tetapi tidak menimbulkan kerusakan. 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan