Abstract :
Pembuatan kapal kayu di Indonesia, terutama untuk kapal nelayan, masih mendominasi industri perkapalan dengan material kayu yang mencapai hampir 90% dari total kapal. Namun, material kayu memiliki kelemahan utama yaitu rentan terhadap kelembaban tinggi dan serangan organisme laut, yang mengurangi masa pakai kapal dan meningkatkan kebutuhan akan perawatan berkala. Laminasi fiberglass pada kayu telah terbukti mampu meningkatkan kekuatan mekanis hingga 50% dan melindungi material kayu dari kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kekuatan mekanik sambungan papan kayu yang dilaminasi menggunakan fiberglass melalui uji bending di laboratorium, serta menghitung nilai faktor keamanan dari sambungan tersebut. Spesimen yang digunakan terdiri dari dua jenis kayu, yaitu Meranti dan Bangkirai, yang merupakan pilihan utama untuk konstruksi kapal kayu tradisional. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan efisiensi, keandalan, dan umur pakai kapal kayu tradisional di Indonesia.