Abstract :
ABSTRAK
Pelabuhan merupakan lokasi yang memiliki batasan tertentu dan berfungsi sebagai tempat berlabuh, membongkar, serta memuat penumpang dan barang, dilengkapi dengan peralatan keamanan maritim. Sebagai pusat aktivitas logistik, pelabuhan menawarkan berbagai layanan yang menjadi sumber keuntungan, yang mencakup pemenuhan standar pelayanan, peningkatan kualitas operasional, dan evaluasi kinerja. Penurunan kualitas pelayanan pelabuhan dapat berdampak pada berbagai aspek, seperti inovasi yang terbatas dan pemborosan fasilitas. Oleh karena itu, penting untuk melakukan evaluasi berkala terhadap pelayanan pelabuhan agar tetap memenuhi standar yang ditetapkan. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan alat yang efektif dalam pengambilan keputusan untuk menilai berbagai kriteria yang mempengaruhi kualitas pelayanan pelabuhan secara menyeluruh. AHP memungkinkan pemodelan hierarki kriteria serta pengukuran bobot relatif antar kriteria tersebut. Di sisi lain, konsep Balanced Scorecard juga dapat digunakan untuk mengukur kinerja pelabuhan dengan memperhitungkan perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pertumbuhan dan pembelajaran. Penelitian sebelumnya telah menerapkan AHP untuk menganalisis kualitas pelayanan pelabuhan, termasuk risikonya. Salah satu contoh penerapan AHP adalah pada Pelabuhan Semayang Balikpapan, yang perlu dilakukan evaluasi dan optimasi pelayanan untuk meningkatkan kinerja operasional, sesuai dengan temuan penelitian yang menunjukkan adanya kebutuhan akan perbaikan.
Kata Kunci : Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Optimasi, AHP, Balanced Scorecard