Abstract :
Korosi merupakan permasalahan utama pada struktur logam yang terpapar lingkungan air laut, seperti permukaan kapal. Baja stainless steel (SS) 304, meskipun memiliki ketahanan korosi yang baik, tetap memerlukan perlindungan tambahan untuk meningkatkan daya tahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi massa Calcium Oxide (CaO), yang diperoleh dari kalsinasi cangkang telur ayam pada suhu 900°C selama 10 jam, terhadap laju korosi baja SS 304 dalam larutan NaCl 3,5%. Penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan konsentrasi CaO yang memberikan perlindungan terbaik terhadap serangan korosi. Karakterisasi CaO dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) untuk memastikan kemurnian dan struktur kristalnya. Prosedur penelitian melibatkan pelapisan baja SS 304 dengan cat berbahan dasar tiner, epoxy resin+hardener, bubuk CaO, TiO2, dan ZnO. Variasi massa CaO yang digunakan adalah 0 gram, 1 gram, 2,5 gram, dan 5 gram. Setelah dilapisi, sampel baja ditimbang untuk menentukan massa awalnya, kemudian direndam dalam larutan NaCl 3,5% selama 14 hari. Laju korosi dihitung berdasarkan perubahan massa harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan CaO dalam cat secara signifikan mempengaruhi laju korosi. Baja SS 304 tanpa CaO mengalami laju korosi tertinggi, sedangkan baja dengan 5 gram CaO menunjukkan ketahanan korosi terbaik. Hal ini disebabkan oleh sifat basa CaO yang membantu menetralkan lingkungan asam akibat reaksi korosi, sekaligus meningkatkan stabilitas lapisan pelindung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan 5 gram CaO dalam cat merupakan konsentrasi optimal untuk menekan laju korosi baja SS 304 dalam larutan NaCl 3,5%. Temuan ini diharapkan dapat diaplikasikan untuk meningkatkan perlindungan logam dalam lingkungan korosif, khususnya pada struktur yang terpapar air laut.