DETAIL DOCUMENT
Analisis Nilai Hambur Balik Sedimen Permukaan Dasar Perairan Menggunakan Data Multibeam Echosounder EM302
Total View This Week5
Institusion
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Author
Kamila, Akbar
Subject
GC Oceanography 
Datestamp
2019-03-06 02:52:37 
Abstract :
Multibeam echosounder merupakan instrumen akustik untuk pemetaan dasar perairan yang menghasilkan data kedalaman dan data nilai hambur balik (backscatter). Analisis terhadap nilai hambur balik memungkinkan dalam menentukan jenis, struktur dan sebaran sedimen dasar perairan. Intensitas hambur balik yangkuat menunjukkan jenis sedimen yang keras (gravel, boulder)dan intensitas hambur balik yang lemah menunjukkan permukaan yang halus (mud, silt). Metode yang digunakan dalam analisis nilai hambur balik yaitu metode Angular Response Curve, dimana hubungan antara nilai intensitas hambur balik dan respon sudut pantulan menghasilkan mosaik backscatter yang berbanding terbalik dengan resolusi spasial yang diberikan. Penelitian ini menggunakan data hasil survei Indonesia Exploration 2010, dengan instrumen MBES Kongsberg EM302 di perairan Sangihe Talaud, Sulawesi Utara. Pemrosesan raw data dilakukan dengan perangkat lunak SwathEd untuk menghasilkan peta batimetri dan mosaik hambur balik. Dari mosaik hambur balik, didapatkan rentang nilai hambur balik -9 dB sampai dengan -67 dB. Dilakukan re-klasifikasi, didapat 5 rentang nilai dB untuk jenis sedimen, yaitu tanah liat (clay), lumpur (mud), pasir (silt), kerikil (gravel), dan batu besar (boulder). ======================================================================================================================== Multibeam echosounder is an acoustic ocean mapping instrument that produces depth data and backscatter data. Analysis of backscatter value allows in determining the type, structure, and spatial distribution of deep sea sediment. High backscatter intensity indicate solid sediment type ( gravel, boulder) and low intensity backscatter indicate soft sediment type (mud, silt). Method used in this research is Angular Response Curve , where the relation between backscatter value and angular response produce a backs catter mosaic which is inverse to the spatial resolution. This research using data from Indonesia Exploration – Sangihe Talaud 2010, with Kongsberg EM302 MBES system. Raw data processed with SwathEd post processing software – based on UNIX program. Obtained bathymetry and mosaic backscatter map. From mosaic, there is a range of backscatter value of - 9 dB to - 67 dB. After reclassification, obtained 5 classes of deep sea sediment, i.e clay, mud, silt, gravel, and boulder 
Institution Info

Institut Teknologi Sepuluh Nopember