Abstract :
Perencanaan struktur bangunan ruko empat lantai terletak di daerah Surabaya yang jenis tanahnya sedang dengan nilai rata-rata SPT N = 22,32 (15 < N < 50 ). Bangunan ini termasuk dalam kategori resiko II. Bangunan ini terdiri dari empat lantai dengan panjang bangunan 166,70 meter dan lebar 21 meter dengan atap eksisting seng gelombang, dan terdapat dua dilatasi yang ada bangunan. Kemudian untuk kebutuhan rencana perhitungan struktur, bangunan hanya dihitung strukturnya dari as A sampai as Y sehingga panjang bangunan menjadi 121,70 meter dengan lebar yang sama yaitu 21 meter, sehingga hanya terdapat satu dilatasi bangunan. Untuk atap direncanakan menggunakan atap rangku baja dengan penutup atap genteng. Karena metode perhitungan yang digunakan adalah SRPMM, sedangkan daerah Surabaya tidak dapat menggunakan metode tersebut, maka untuk kebutuhan perhitungan digunakan data tanah daerah Malang untuk menyesuaikan metode perhitungan yang digunakan.
Perhitungan elemen struktur bangunan dan beban-beban yang terjadi, baik beban lateral (gempa dan angin) maupun beban gravitasi (beban mati dan beban hidup), dihitung sesuai dengan SNI 2847 : 2013 Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung, SNI 1726 : 2012 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, SNI 1727:2013 Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur lain serta Peta Hazzard Indonesia 2010 periode ulang 10% dalam 50 tahun. Sedangkan analisa gaya dalam yang terjadi pada elemen struktur dilakukan dengan program SAP2000 dengan mininjau dua portal saja, yaitu portal memanjang dan portal melintang.Untuk kebutuhan tulangan pada kolom digunakan program PCAColoumn. Proses dalam perhitungan struktur dengan menggunakan metode SRPMM adalah meliputi perhitungan gempa statik ekuivalen, preliminari desain struktur, pemodelan struktur dengan SAP2000, pembebanan struktur, analisa gaya dalam serta perhitungan penulangan dan cek persyaratan sesuai dengan SRPMM. Struktur primer terdiri dari balok dan kolom, struktur sekunder terdiri dari plat lantai dan tangga, dan struktur atap rangka baja terdiri dari gording, penggantung gording, ikatan angin, kuda-kuda, dan kolom baja.
Dari hasil analisa struktur dengan metode SRPMM diperoleh tebal plat lantai 15 cm, balok B1 30/50, balok B2 20/35, balok bordes BB 20/35, balok anak 20/35, dan kolom 40/40. Untuk perhitungan penulangan kolom dihitung dua kali karena panjang kolom berbeda sehingga untuk kolom K1 diperoleh hasil 8D19 sedangkan kolom K2 diperoleh hasil 12D22. Dan juga disertai dengan penjelasan metode pelaksanaan pekerjaan kolom.
========================================================================================================================
The planning of the structure of the four-floor’s shophouses that is located in the Surabaya area of moderate soil type with average SPT N ̅ = 22.32 (15