DETAIL DOCUMENT
Penilaian Risiko Proses Pemuatan LNG Pada Jetty Yang Digunakan Untuk Melayani Kapal LNG Dengan Ukuran Yang Lebih Besar
Total View This Week3
Institusion
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Author
Ramadhan, Fabian Ardiansyah
Subject
T174.5 Technology--Risk assessment. 
Datestamp
2022-02-08 03:54:11 
Abstract :
Terminal LNG memiliki beberapa fasilitas khusus seperti jetty, loading arm, dan gangway untuk melayani kapal pengangkut LNG yang akan melakukan proses pemuatan. Terminal LNG memiliki batasan terhadap kapal yang akan dilayaninya. Namun, pada kondisi tertentu terdapat permintaan kelonggaran dalam pembatasan terminal agar bisa melayani kapal pengangkut LNG yang berukuran lebih besar. Maka dari itu perlu dilakukan studi kompatibilitas antara kapal dan terminal kemudian dilanjutkan dengan penilaian risiko proses pemuatan LNG pada jetty yang digunakan untuk melayani kapal LNG dengan ukuran yang lebih besar. Terdapat beberapa aspek yang dipertimbangkan pada studi kompatilitas antara kapal dan terminal, yaitu ukuran kapal dan batasan terminal, konfigurasi manifold kapal dan loading arm, kontak lambung kapal dengan fender, pengaturan tambat kapal dan terminal, dan transfer personel kapal dan terminal. Setelah itu dilanjutkan dengan proses penilaian risiko. Tahap pertama adalah identifikasi bahaya dengan menggunakan metode Failure Mode Effect Criticality Analysis (FMECA). Terdapat beberapa potensi bahaya yang dari hasil identifikasi bahaya, yaitu loading arm system release, loading arm system failure, mooring failure, jetty structure failure, gangway hydraulic failure, dan gangway structure failure. Kemudian dilanjutkan dengan analisis frekuensi menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan analisis konsekuensi secara kualitatif. Hasil analisis dipetakan kedalam risk matrix. Berdasarkan hasil evaluasi risiko, bahaya jetty structure failure berada pada kondisi unacceptable, sedangkan bahaya loading arm system release, loading arm system failure, mooring failure, dan gangway structure failure berada pada kondisi ALARP, dan gangway hydraulic failure berada pada kondisi acceptable. Bahaya yang berada pada kondisi unacceptable perlu dilakukan mitigasi agar tingkat risiko dapat dikurangi menuju ke tingkat yang lebih rendah seminimalnya pada kondisi ALARP. Mitigasi risiko menggunakan metode risk reduction measures. Dari hasil mitigasi risiko didapatkan tingkatan bahaya jetty structure failure telah turun menjadi kondisi ALARP. ======================================================================================================= The LNG terminal has several special facilities such as jetty, loading arm, and gangway to serve LNG carriers that will do the loading process. The LNG terminal has a restriction on the ships that can be served. However, under certain conditions there is a request for allowance in terminal restrictions so that they can serve larger LNG carriers. It is necessary, therefore, to conduct a compatibility study between the ship and the terminal and then proceed with a risk assessment. There are several aspects that are considered in the compatibility study between ships and terminals i.e., ship principal dimension and terminal restriction, ship manifold configuration and loading arm, hull contact with fenders, mooring arrangement, and personnel transfer system. The first stage of risk assessment is hazard identification, using the Failure Mode Effect Criticality Analysis (FMECA) method. There are several potential hazards based on hazard identification result i.e., loading arm system release, loading arm system failure, mooring failure, jetty structure failure, gangway hydraulic failure, and gangway structure failure. Then proceed with frequency analysis using the Fault Tree Analysis (FTA) and a qualitative consequence analysis. The results of the analysis are mapped into a risk matrix. Based on the results of the risk evaluation, the risk of jetty structure failure is unacceptable, while the risk of loading arm system release, loading arm system failure, mooring failure, and gangway structure failure are in an ALARP condition, and gangway hydraulic failure is acceptable. For the risk that are in unacceptable condition, need to be mitigated so that the risk level can be reduced to a lower level at least in the ALARP condition. Mitigation of risk using risk reduction measures method. From the results of risk mitigation, the jetty structure failure risk level has decreased to an ALARP condition. 
Institution Info

Institut Teknologi Sepuluh Nopember