DETAIL DOCUMENT
Analisis Risiko Proyek Penggantian Transformer Dan Cos (Change Over Switch) Terhadap Kontinuitas Produksi Dengan Menggunakan Metode Hirarc (Hazard Identification, Risk Assessment And Risk Control) Pada PT. XYZ
Total View This Week2
Institusion
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Author
Rachmatullah, Novandita
Subject
HD61 Risk Management 
Datestamp
2022-02-11 00:36:12 
Abstract :
PT. Quadro adalah kontraktor yang bergerak dibidang mechanical dan electrical engineering yang bekerja sama dengan PT. XYZ yang meliputi maintenance and repair alat tenaga listrik dan power plant untuk menyuplai produksi di PT. XYZ. Untuk menjamin kelangsungan produksi, dilakukan project maintenance dan repair jaringan Tegangan Ekstra Menengah (<1000VAC). Hal yang dilakukan adalah penggantian trafo distribusi 20KV (3500KVA) dikarenakan usia trafo sudah melampaui batas maksimum pemakaian, sehingga kapasitas trafo tidak maksimal. Selain itu juga adanya pelaksanaan ATS (Automatic Transfer Switch) yang mengubah COS (change over switch) manual menjadi COS automatic. Pekerjaan poyek tersebut mempunyai tingkat risiko yang tinggi. Sesuai dengan standart PERMEN no 1 tahun 1970 mengenai K3L, perlu diberlakukan pemadaman aliran listrik untuk menjamin keselamatan dalam proses penggantian. Hal ini akan berdampak kerugian pada kontinuitas produksi PT XYZ dikarenakan listrik mati sehingga dapat mempengaruhi kontinuitas produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tindakan apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir risiko yang bakal terjadi apabila proses penggantian dilakukan tanpa adanya pemadaman atau dilakukan perencanaan yang lebih detil untuk proses yang beresiko sangat tinggi. Analisis risiko dilakukan menggunakan HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada produk A ketika terjadi pemadaman listrik 18-24 jam untuk penggantian trafo dan COS ditemukan 9 resiko kerugian dengan 8 resiko sedang dan 1 resiko rendah. Pada produk Bditemukan 18 resiko kerugian dengan 1 resiko tinggi, 6 resiko sedang, 10 resiko rendah dan 1 resiko sangat rendah. Pada produk C ditemukan 13 risiko kerugian dengan 4 resiko sedang, 3 resiko rendah dan 5 resiko sangat rendah. Pada produk WWTP ditemukan 3 resiko kerugian dengan 1 resiko tinggi dan 2 resiko rendah. Berdasarkan tiap resiko yang ada perlu dilakukan pengendalian risiko pengendalian dan penurunan resiko pada semua risiko yang ada. Penurunan risiko diharapkan akan menurunkan risiko dari kategori high risk menjadi low risk. Penurunan risiko difokuskan pada risiko utama pada produk B dan WWTP dengan melakukan pengendalian resiko berupa AC harus tetap ON, power harus full dan komunikasikan adanya info pemadaman listrik yang dilakukan 2 hari sebelumnya agar bisa dipersiapkan solusinya yang akan dilakukan saat terjadi pemadaman listrik. Kata kunci: risiko, risk register, kontinuitas produksi, HIRARC, industry ===================================================================================================== PT. Quadro is a contractor company focused in mechanical and electrical engineering which collaboration with PT. XYZ, includes maintenance and repair of electric power tools and power plants to supply production at PT. XYZ. To ensure continuity of production, a maintenance and repair project for the Extra Medium Voltage (<1000VAC) system is carried out. Aims to replace the distribution transformer 20KV (3500KVA) because the transformer age has exceeded the maximum usage limit, so that the transformer capacity is not optimal. In addition, there is also the implementation of ATS (Automatic Transfer Switch) which changes manual COS (change over switch) to automatic COS. The project has a high level of risk. In accordance with the standard PERMEN No.1 of 1970 concerning OHSE, it is necessary to apply a power outage to ensure safety in process of replacement. The replacement process will have an impact on the continuity of production of PT XYZ due to power outages so that it can affect the continuity of its production. This study aims to determine what actions should be taken to minimize the risks that will occur if the replacement process is carried out without any power outages or a more detailed planning is carried out for a very high risk process. Risk analysis was carried out using HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control. The results showed that the product Asaat 18-24 hour power outage for transformer replacement and COS found 9 risks of loss with 8 moderate risk and 1 low risk. In product B, 18 risks of loss were found with 1 high risk, 6 moderate risk, 10 low risk and 1 very low risk. In product C found 13 risks of loss with 4 moderate risk, 3 low risk and 5 very low risk. In WWTP products found 3 risks of loss with 1 high risk and 2 low risk. Based on each existing risk, it is necessary to control risk control and reduce risk on all existing risks. Reducing risk is expected to reduce risk from the high risk category to low risk. Risk reduction is focused on the main risks in product B and WWTP by controlling risks in the form of AC must remain ON, power must be full and communicate information about power outages that were carried out 2 days earlier so that solutions can be prepared that will be carried out in the event of a power 
Institution Info

Institut Teknologi Sepuluh Nopember