DETAIL DOCUMENT
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BIODIESEL BIJI NYAMPLUNG (CALOPHYLLUM INOPHYLLUM) PADA MESIN DIESEL MULTI INJEKSI DENGAN VARIASI KOMPOSISI CAMPURAN BIODIESEL DAN BIOSOLAR
Total View This Week3
Institusion
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Author
JAKFAR, AMIN
Subject
TJ Mechanical engineering and machinery 
Datestamp
2016-12-08 02:32:36 
Abstract :
Biji Nyamplung (Calophyllum Inophyllum) merupakan salah satu tanaman yang dapat dipakai sebagai sumber bahan bakar yang terbarukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan biodiesel dari minyak biji Nyamplung karena rendemen minyak yang di hasilkan dari bijinya lebih besar dari biji tumbuhan lain yaitu mencapai 70% dan pengaruh komposisi campuran biodiesel dengan biosolar terhadap unjuk kerja mesin diesel stasioner dengan sistem injeksi bertingkat dengan karakteristik semprotan. Penelitian ini menggunakan bahan bakar biodiesel minyak biji Nyamplung (C. Inopylum) dengan komposisi campuran dari B0, B20, B40, B60, B80, dan B100 dengan mengaplikasikan injektor solenoid pada mesin diesel empat langkah Diamond tipe Di 800. Pengujian dilakukan dengan injeksi bertingkat pada 75%-25%. Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Pembakaran dan Bahan Bakar yang berada di Teknik Mesin FTI ITS Surabaya. Penelitian diawali dengan proses pembuatan biodiesel Minyak Biji Nyamplung dan pengujian properties karakteristik biodiesel sebelum dilakukannya pengujian pada mesin diesel. Kemudian, dilakukan pengujian unjuk kerja pada putaran konstan (2000rpm), pengambilan data pada pembebanan 200 Watt sampai 2.000 Watt dengan interval 200 Watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan biodiesel biji nyamplung (C. Inopyllum) kurang dari 20% mengahasilkan unjuk kerja mesin yang lebih bagus. Ini dapat dilihat dari nilai densitas, viskositas dan pour-cloud point bahan bakar B20 semakin naik seiring dengan penambahan biodiesel biji nyamplung pada biosolar berturut-turut sebesar 0,22%, 0,53%, 7%. Sedangkan untuk nilai kalor bahan bakar semakin turun seiring dengan penambahan biodiesel biji nyamplung pada biosolar yaitu 0,26%. Untuk daya, torsi, bmep dan efisiensi thermal mengalami penurunan dengan prosentase yang sama seiring dengan penambahan biodiesel biji nyamplung pada biosolar berturut-turut sebesar 5,72%, 4,58%, 4,43%, 7,33%. Dan untuk sfc semakin naik seiring dengan penambahan biodiesel biji nyamplung pada biosolar yaitu 13,82%. 
Institution Info

Institut Teknologi Sepuluh Nopember