DETAIL DOCUMENT
PABRIK GARAM INDUSTRI (SODIUM CHLORIDE) DARI AIR LAUT DENGAN PROSES SEDIMENTATION DAN MICROFILTRATION
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Author
WIDORETNO, DHANIAR RULANDRI
NINGTYAS, YELIVIA DWI
Subject
TP Chemical technology 
Datestamp
2018-12-27 08:34:08 
Abstract :
Air laut memiliki kandungan NaCl yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan garam. Garam ini diolah agar menghasilkan kadar NaCl sebesar 99,5% dengan kandungan impurities yang sangat kecil. Garam industri memiliki peranan penting dalam industri, seperti industri pembuatan caustic soda, soda ash, pengawetan, farmasi, dan tekstil. Pembuatan garam dengan proses sedimentation-microfiltration terdiri dari 3 tahap, yaitu Tahap Pre-Treatment, Tahap pemasakan, dan Tahap Pengolahan Produk. Tahap pre-treatment dimulai dengan mengalirkan air laut dengan konsentrasi NaCl sebesar 3,05% ke lagoon pengendapan dengan penambahkan flokulan Al2(SO4)3 kemudian mereaksikan dengan NaOH di dalam reaktor. Cake yang terbentuk diendapkan dengan clarifier, sedangkan liquid-nya difilter dengan microfilter berukuran 0,5μ. Selanjutnya tahap pemasakan, yaitu proses evaporasi dan pembentukan kristal. Kristal garam yang terbentuk dikeringkan dalam rotary dryer. Tahap pengolahan produk diawali dengan penggerusan kristal dengan menggunakan ball mill. Sebelumnya, garam didistribusikan melalui cooling conveyor dan diseleksi dengan menggunakan vibrator screen dengan ukuran 100 mesh, kemudian ditampung di tangki penyimpanan. Kapasitas produksi pabrik sebesar 180.000 ton/tahun dan bahan baku yang dibutuhkan sebanyak 14.400.000 kg/hari. Pabrik beroperasi secara kontinyu selama 24 jam/hari, 330 hari operasi/tahun. Bahan pembantunya berupa Air sebanyak 3.512.585,70 m3/hari, NaOH 37.712,51 kg/hari, Al2(SO4)3.18H2O 72 kg/hari, NaCl 80,72, dan Udara 66.285.229,04 kg/hari 
Institution Info

Institut Teknologi Sepuluh Nopember