DETAIL DOCUMENT
Detoksifikasi Lindi Oleh Tumbuhan Air Dalam Lahan Basah Buatan
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Author
Arliyani, Isni
Subject
Q Science 
Datestamp
2023-05-30 02:22:25 
Abstract :
Lindi adalah cairan yang berasal dari timbunan sampah yang terjadi karena masuknya air secara eksternal. Tingginya kandungan pencemar lindi berdampak pada kesehatan masyarakat dan ekosistem di sekitar lokasi TPA. Oleh karena itu, penting dilakukan pengolahan lindi sebelum dibuang ke badan air. Pengolahan lindi dapat dilakukan dengan 3 proses yaitu fisik-kimia, biologis, dan kombinasi fisik-kimia dan biologis. Pengolahan secara fisik-kimia memiliki keterbatasan yaitu investasi modal yang tinggi dan biaya operasi yang tinggi. Lahan basah buatan saat ini dianggap sebagai teknologi ramah lingkungan untuk menangani pencemaran air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan tumbuhan Cyperus papyrus dan Typha angustifolia tunggal dan kombinasi untuk aplikasi dalam pengolahan lindi, mengidentifikasi spesies rizobakteria yang berperan dalam pengolahan zat organik dan anorganik untuk menetapkan spesies yang mampu mengolah konsentrasi terbesar zat-zat tersebut dalam lindi, menganalisis efisiensi fitodetoksifikasi lindi tertinggi oleh tumbuhan Cyperus papyrus dan Typha angustifolia tanpa dan dengan bioaugmentasi menggunakan rizobakteria untuk mengetahui perbedaan efisiensi pengolahan lindi, menganalisis pengaruh resirkulasi dan skala pilot terhadap efisiensi pengolahan lindi dengan lahan basah buatan untuk meningkatkan efisiensi detoksifikasi lindi. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan fitodetoksifikasi antara tumbuhan Cyperus papyrus, Typha angustifolia, dan kombinasi Cyperus papyrus dan Typha angustifolia. Persiapan penelitian inti juga akan dilakukan berupa propagasi tumbuhan dan uji kemampuan tumbuhan. Hasil uji kemampuan tumbuhan akan digunakan sebagai penelitian selanjutnya yaitu identifikasi rizobakteria. Rizobakteria akan diinokulasikan pada penelitian inti yang kemudian dibandingkan dengan detoksifikasi lindi dengan lahan basah buatan tanpa penambahan rizobakteria. Hasil uji terpilih akan dilakukan resirkulasi dan penerapan dengan skala pilot. Hasil penelitian yang telah didapat adalah karakteristik lindi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 59 Tahun 2016, umur tumbuhan, kemampuan tumbuhan, spesies rizobakteri, dan hasil detoksifikasi lindi. Karakteristik lindi di TPA Griyo mulyo memiliki konsentrasi COD berkisar 3.000-7.000 mg/L, BOD 1.000-5.000 mg/L, TN 300-500 mg/L, TSS antara 200-1.000 mg/L dan logam berat Cd serta Hg yang rendah mendekati baku mutu. Umur tumbuhan yang digunakan dalam penelitian didapatkan 30 hari karena berada pada pertengahan ekposensial. Kemampuan tumbuhan dalam menerima lindi hingga 100% v/v dan pada 25% v/v menunjukkan pertumbuhan tumbuhan yang sangat baik sehingga kedua konsentrasi tersebut digunakan dalam penelitian detoksifikasi. Uji detoksifikasi lindi dengan tumbuhan tunggal dan kombinasi pada lindi 100% masih belum memenuhi baku mutu sedangkan, 25% didapatkan penyisihan yang sangat tinggi hingga dapat memenuhi baku mutu. Salah satu upaya peningkatan detoksifikasi lindi dilakukan penambahan rizobakteri sehingga identifikasi rizobakteri dilakukan. Berdasarkan NGS jumlah individu rizobakteria pada Cyperus papyrus sebesar 15.767 lebih melimpah dari rizobakteria Typha angustifolia yaitu 15.330. Jumlah spesies rhizobakteri yang sama dari kedua tumbuhan di atas sebanyak 1994. Penambahan bakteri yang digunakan adalah Pseudomonas aeruginosa, Bacillus cereus, dan Nitrosomonas communis dengan perbandingan rasio berbeda sebanyak 2% (volume/volume media). Pada penelitian selanjutnya rasio bakteri B2:N2:P6 menghasilkan persentase detoksifikasi tertinggi untuk parameter COD, BOD, TSS, Cd, dan Hg lebih dari 70%. Parameter TN detoksifikasi tertinggi adalah B2:N6:P2 dengan persentase 70%. Penerapan pengolahan lindi dengan lahan basah buatan menggunakan skala pilot menunjukkan hasil efisiensi yang sama dengan skala lab mencapai sekitar 80% dan kestabilan pengolahan selama 3 bulan. ================================================================================================================================ Leachate is a liquid that comes from a pile of garbage that occurs due to the entry of water externally. The high content of leachate pollutants has an impact on the health of the community and the ecosistem around the landfill site. Therefore, it is important to treat leachate before it is discharged into the environment. Leachate treatment can be carried out by 3 processes, namely physical-chemical, biological, and a combination of physical-chemical and biological. Physical-chemical processing has limitations for example high capital investment and high operating costs. Constructed wetland is currently considered as an environmentally friendly technology to deal with water pollution. This study aims to analyze the application of Cyperus papyrus and Typha angustifolia plants, analyze rhizobacteria species, obtain the highest phyto-detoxification efficiency, analyze the application of recirculation and the application of the choosen results  
Institution Info

Institut Teknologi Sepuluh Nopember