Abstract :
Pembangunan kawasan industri dan pergudangan merupakan alternatif penyediaaan kebutuhan para investor yang akan menanamkan modalnya pada sektor perindustrian di Sidoarjo. Namun, hal tersebut berdampak meningkatnya volume lalu lintas persimpangan. Kondisi sjalan lingkar timur relatif sempit dan padat dengan kendaraan berat pada jam puncak. Tugas Akhir ini membahas tentang kinerja ruas simpang yang terpengaruh tarikan perjalanan akibat pembangunan kawasan pergudangan dan perindustrian saat mulai beroperasi maupun dalam kurun waktu rencana, serta menentukan manajenen lalu lintas yang sesuai sehingga diharapkan dapat memberikan alternatif solusi dari permasalahan tersebut. Perencanaan ini menghasilkan alternatif pemecahan masalah lalu lintas berupa pengaturan waktu sinyal, pemberian jalur percapatan dan jalur perlambatan dan perencanaan parkir. rencanaan ini harus memenuhi peraturan mengenai jalan seperti, Manual Kapasitas Jalan Indonesia, Standar Perencanaan Geometrik, Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir, serta aturan lain yang sesuai
===================================================================================================================================
Development of Industrial and Warehousing Area is one alternative solution to provide investors that will invest in industrial sector at Sidoarjo. However, it will cause increasing of traffic volume at road section and intersection around. Existing condition of Jalan Lingkar Timur is relatively narrow and saturated with heavy vehicle in peak hour This final project discuss about performance of road section and intersection that influenced by trip attraction that caused by development of Industrial and Warehousing Area when it begin to operate and plan period also determine appropriate traffic management hope it will give alternative solution for the problem. This design delivers alternative solution such as rearrangement cycle time, give acceleration lane, and deceleration lane also parking arrangement. This design should be complied with Indonesia rule about road, such as Manual Kapasitas Jalan Indonesia, Standar Perencanaan Geometrik, pedoman teknis penyelenggaraan fasilitas parkir, also another appropriate rule.