Abstract :
Kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir adalah salah satu sistem
siklus kehidupan wanita. Dalam proses kehidupanya seorang wanita tidak luput
dari resiko yang di hadapi dan bahkan dapat menyebabkan kematian pada
bayinya yang baru dilahirkannya. Data menunjukkan AKI dan AKB pada tahun
2018 di Jawa Timur adalah untuk AKI 91 per 1000 KH untuk AKB 26 per 1.000
KH. Sehingga diperlukan asuhan kebidanan secara Continuity of Care yang
merupakan asuhan yang diberikan pada masa kehamilan, bersalin, nifas, bayi
baru lahir, dan keluarga berencana.
Metode asuhan kebidanan yang dilakukan pada laporan Continuity of
Care pada Ny ?S? di RSU Hermina Tangkubanprahu dengan menggunakan
metode pendekatan studi kasus dimana penulis mengumpulkan data dan
mendiskripsikan proses asuhan kebidanan komprehensif berbasis Continuity of
Care (COC) pada ibu hamil trimester III, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir
sampai keluarga berencana dengan menggunakan standar asuhan kebidanan
varney yang kemudian di dokumentasian SOAP yang dilaksanakan pada tanggal
17 Maret ? Mei 2021.
Asuhan Kebidanan yang dilakukan pada Ny. S dilakukan kunjungan
kehamilan sebanyak 2 kali. Pada kunjungan ANC ini ditemukan masalah
ekstermitas bawah odema dan nyeri yang mengganggu aktifitas keseharian ibu
sehingga pada masalah yang ditemukan diberikan inovasi rendam air hangat
garam selama 15 menit , pada saat proses persalinan dilakukan pendampingan
ditemukan masalah nyeri pinggang pada saat kontraksi uterus sehingga ibu
merasa tidak nyaman sehingga perlu diberikan inovasi Counter pressure berupa
pijatan pada daerah pinggang ibu bersalin menggunakan kepalan tangan ke
pinggang ibu selam 20 menit ketika ibu mengalami kontraksi sehingga dapat
membantu ibu untuk mengurangi rasa nyeri dan memberikan rasa
nyaman,proses persalinan Ny. S tidak dapat berjalan secara normal hal ini
dikarenakan ada penyulit ketuban pecah dan gawat janin sehingga proses
persalinan dilakukan secara SC pada tanggal 27 Maret 2021 dengan berat bayi
x
3450 gram PB 49 cm. Pada nifas dilakukan kunjungan sebanyak 4 kali, pada
kunjungan nifas ini ditemukan masalah produksi ASI tidak lancar sehingga perlu
diberikan inovasi pijat oksitosin dengan cara melakukan pemijatan sepanjang
tulang belakang (vertebrate) sampai tulang costae kelima-keenam, dan
merupakan upaya merangsang hormone prolactin dan oksitosin setelah
melahirkan yang dapat membantu prosess produksi ASI /Pada kunjungan
neonatus yang dilakukan sebanyak 4 kali tidak ada masalah yang ditemukan,
dan pada kunjungan keluarga berencana 2 kali ibu memutuskan untuk
menggunakan metode KB suntik 3 bulan yang digunakan untuk pencegahan
kehamilan dan dapat tetap memberikan ASI.
Asuhan kebidanan secara Continuity of Care pada Ny S yang dimulai dari
hamil TM III usia kehamilan 36 minggu 5 hari, persalinan, nifas, neonatus,sampai
KB sudah dilaksanakan. Keadaan ibu dan bayi dalam batas normal tidak
didapatkan adanya masalah yang patologis. Harapannya bidan mempertahankan
mutu pelayanan kebidanan sesuai standart profesi kebidanan yang dilakukan
secara Continuity of Care sehingga deteksi dini adanya kegawatdaruratan dapat
segera terdentifikasi dan tertangani dengan baik.