Abstract :
Jumlah penduduk yang besar merupakan salah satu masalah global di
dunia dan dapat menjadi beban negara dalam pembangunan nasional dan
pertumbuhan ekonomi. Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh
pemerintah untuk mengatasi hal tersebut adalah program keluarga berencana
(KB), salah satu programnya yakni meningkatkan penggunaan metode
kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Walapun upaya ini telah terlaksana,
namun penggunaan alat kontrasepsi MKJP khususnya Implant masih rendah.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Pengaruh Komunikasi Terapeutik
terhadap Tingkat Kecemasan Calon Akseptor KB Implant di Klinik Ramdani
Husada Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Penelitian ini
menggunakan metode Pre-Eksperiment dengan rancangan one grup pretest?posttest design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 16
responden yang diambil dengan metode Purposive Sampling. Sebelum
dilakukan komunikasi terapeutik responden memiliki tingkat kecemasan ringan
4(25%), sedang 9(56,25%) dan berat 3(18,75%). Sesudah dilakukan
komunikasi terapeutik responden dengan tingkat kecemasan tidak ada
kecemasan 13(81,25%), ringan 2(12,5%) dan sedang 1(6,25%). Sebelum
dilakukan analisis data dilakukan uji normalitas. karena data dari uji normalitas
hasilnya nilai tidak terdistribusi normal, maka dilakukan uji statistik
menggunakan uji Wilcoxon, hasil menunjukkan bahwa nilai p=0,000