Abstract :
Pendahuluan Pendokumentasian informasi medis harus mengandung data
yang lengkap, metode penyimpanan dan prosedur harus dijaga, khususnya untuk
administrasi pelayanan yang memadai sebab tujuan pokok pendokumentasian
informasi medis untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam
peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun pra rumah sakit. Salah
satu bentuk pengelolaan informasi medis yakni pendokumentasian serta
pengkodean (coding diagnosis). Tujuan dalam penelitian ini untuk Menganalisis
hubungan karakteristik petugas coding terhadap ketepatan pengkodean diagnosis di
Klinik Kartika Husada Donomulyo.
Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional,
variable penelitian ini yaitu karakteristik petugas dan ketepatan pengkodean
diagnosis, sampel dalam penelitian seluruh petugas rekam medis yang ada di Klinik
Kartika Husada Donomulyo.
Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa ada hubungan antara karakteristik
yang terdiri atas umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, status kepegawaian
dengan ketepatan pengkodean diagnosis, diperoleh data nilai p value = 0,046,
sehingga p value 0,046 < nilai ? = 0,05 diartikan H1 diterima.
Saran yang perlu dipertimbangkan yaitu memberlakukan peraturan yang
lebih jelas tentang petunjuk acuan pengkodean diagnosis untuk meminimalisir
ketidaktepatan kode diagnosis yang terjadi dan hendaknya mencari pegawai rekam
medis yang sesuai dengan tupoksinya.