Abstract :
Fluor albus atau keputihan merupakan gejala yang sering dialami oleh sebagian
besar wanita, dan wanita usia subur memiliki risiko fluor albus lebih tinggi dibandingkan
remaja. Bahan herbal yang dapat digunakan untuk mengurangi keputihan adalah daun
lengkuas merah karena mengandung bahan aktif eugenol dapat menghambat jamur
Candida albicans secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
cebok air lengkuas merah (alpinia purpurata k. schum) terhadap fluor albus pada wanita
umur subur usia 15 ? 49 tahun.
Jenis penelitian ini adalah Pre Experiment dengan desain one group pretest?posttest. Populasi penelitian ini adalah semua wanita usia subur (WUS) umur 15 ? 49
tahun yang mengalami fluor albus di PMB Rahayu Trimurnia Dini Wagir Kabupaten
Malang yang berjumlah 25 orang. Sampling penelitian ini menggunakan metode
purposive sampling dan jumlah sampel penelitian ini adalah 20 orang. Teknik analisa
datanya menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test.
Hasil penelitian menunjukkan kategori fluor albus sebelum menggunakan cebok air
lengkuas merah, setengah dari total responden mengalami fluor albus kategori sedang.
Setelah menggunakan cebok air lengkuas merah, hampir seluruh responden mengalami
fluor albus kategori ringan.
Hasil analisa data didapatkan nilai ? = 0,000. Yang berarti ada pengaruh cebok air
lengkuas merah (alpinia purpurata k. schum) terhadap fluor albus pada wanita usia subur
umur 15 ? 49 tahun di PMB Rahayu Trimurnia Dini Wagir Kabupaten Malang.
Saran dari penelitian ini adalah diharapkan selalu melakukan cebok air lengkuas
merah untuk penurunan gejala fluor albus. Penurunan gejala flour albus jika tidak dijaga
akan mengalami peningkatan pada fluor albus yang bisa menyebabkan kanker serviks.