Abstract :
Asma adalah suatu bentuk peradangan kronik pada saluran nafas yang
menyebabkan hiperaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan yang ditandai
dengan adanya gejala episodik yang berulang yang berupa sesak nafas, batuk,
mengi, dan rasa sesak di dada. Penggunaan obat-obatan adalah salah satu unsur
penting dalam mencapai keadaan Asma terkontrol. Seiring dengan hal itu,
terdapat berbagai efek samping yang dapat timbul dalam penggunaan obat-obatan
Asma. Hal ini mendorong pengembangan modalitas terapi lain, salah satunya
adalah Akupunktur.
Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik
mengumpulkan data menggunakan 4 cara pemeriksaan yaitu, pengamatan,
pendengaran dan penciumann, wawancara, dan perabaan. Partisipan adalah laki-laki berusia 55 tahun yang menderita Asma dan telah menjalani Terapi
Akupunktur sebanyak 6 kali terapi.
Setelah dilakukan Asuhan Akupunktur pada partisipan didapatkan hasil
bahwa pernapasan terasa longgar, nafsu makan membaik, BAB 1 kali setiap hari,
tinja lembek, dan kekambuhan Asma berkurang.
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam
memberikan Asuhan Akupunktur pada penyakit Asma.