Abstract :
Setelah lebih dari setengah abad sejak teori komunikasi two-step flow diciptakan, skenario serupa kembali terjadi saat ini, dimana mayoritas konsumen lebih mempercayai pesan yang disampaikan oleh para influencers dibandingkan dengan pesan yang sebuah merek sampaikan secara langsung. Tokopedia adalah satu dari sekian banyak e-commerce di Indonesia yang tengah marak menggunakan influencer secara aktif, khususnya pada kampanye Mulai Aja Dulu. Penelitian ini dilakukan untuk memahami proses komunikasi two-step flow yang terjadi dalam kampanye Mulai Aja Dulu dan untuk menjelaskan persepsi individu mengenai merek Tokopedia ditinjau dari sudut pandang customer-based brand equity. Teori dan konsep yang digunakan adalah teori Komunikasi Dua Tahap, Kampanye, Pemengaruh, dan Ekuitas Merek Berbasis Konsumen. Dengan menggunakan metode kualitatif konstruktivis dan pengumpulan data melalui diskusi kelompok dan wawancara semi-terstruktur, hasilnya, para individu yang telah menerima pesan dari para influencers merasa tersentuh, terinspirasi, dan terdorong untuk mewujudkan mimpi, namun tidak semua dari mereka langsung melakukan langkah kecil untuk mencapai tujuan tersebut ? dan sekalipun sudah mengambil langkah kecil, itu bukan melalui Tokopedia. Di sisi lain, dari sudut pandang customer-based brand equity, Tokopedia sudah membangun merek yang kuat pada tiga tingkatan pertama Piramida CBBE, namun belum memiliki hubungan yang intens dengan para konsumennya, karena para konsumen tidak memiliki rasa kebersamaan dan keterlibatan aktif dengan Tokopedia, yang hanya dianggap sebagai e-commerce pemenuh kebutuhan.
Kata kunci: Komunikasi Dua Tahap, Kampanye, Pemengaruh, Ekuitas Merek Berbasis Konsumen.