DETAIL DOCUMENT
Manajemen Krisis Oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Akibat Penolakan Imunisasi Measles Rubella Tahun 2017
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT KOMUNIKASI DAN BISNIS LSPR
Author
Yulianti, Wulan
Subject
HT Communities. Classes. Races 
Datestamp
2024-01-09 07:40:34 
Abstract :
Pada tahun 2017 fenomena Imunisasi measles rubella menjadi perhatian publik di Indonesia. Berdasarkan pantauan peneliti terhadap berita di beberapa media online, menunjukkan adanya resistensi atau penolakan dari sebagian kelompok masyarakat di berbagai daerah. Alasannya karena masalah kehalalan vaksin measles rubella, dampak negatif yang ditimbulkan setelah mendapatkan imunisasi measles rubella, serta berita hoaks yang mengangkat kedua isu tersebut. Ketika dihadapkan dengan sebuah krisis organisasi akan sulit mencapai tujuan yang diharapkan. Namun kampanye imunisasi measles rubellapada tahun 2017 berhasil mencapai tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana implementasi manajemen krisis yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan akibat penolakan kampanye imunisasi measles rubella melalui pendekatan teori Situational Crisis Communication. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami implementasi manajemen krisis yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan melalui pendekatan teori SCC. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap beberapa informan yang ikut serta dalam manajemen krisis serta infoman ahli. Tahapan pra-crisis dimulaidari melakukan monitoring media dan pertemuan bersama para stake holder terkait. Selanjutnya Kementerian Kesehatan memberikan respon dengan menjalankan strategi diminish atau mengurangi peristiwa krisis. Upaya yang dilakukan adalah penyebaran release bekerjasama dengan Pengkajian dan Penanggulangan Komnas KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), berkomunikasi dengan Pemerintahan daerah, Dinas Kesehatan daerah, memanfaatkan media tradisional dan digital. Program imunisasi measles rubella tahun 2017 akhirnya berhasil mencapai target yaitu sebanyak 97,69% atau 34.964.384 anak sudah terimunisasi. Tahap selanjutnya yaitu postcrisis, Kementerian Kesehatan tetap melakukan dialog dengan MUI untuk melakukan kajian lebih lanjut mengenai kehalalan vaksin measles rubella. Kata kunci: Manajemen Krisis, SCCT, Kementerian Kesehatan 

Institution Info

INSTITUT KOMUNIKASI DAN BISNIS LSPR