Abstract :
Pada pertengahan tahun 2017, PTTelekomunikasi Selular atau yang biasa dikenal dengan Telkomsel diterpa krisis karena adanya peretasan terhadap situs web resminya. Peretas mengkritik mengenai tarif kuota internet yang mahal dan dibagi-bagi ke beberapa layanan lain. Peretasan situs tersebut menjadikan pemicu bagi pelanggan untuk melampiaskan kembali keluhan-keluhanyang selama ini dicurahkan dan tidak merubah apapun. Kasus peretasan ini membuat reputasi Telkomselterancam karena banyaknya dukungan kepada peretas sehingga dinilai kurang memahami situasi dan tren perilaku konsumen internet di Indonesia. Untuk itulah Corporate CommunicationTelkomsel sebagai Public Relations melakukan langkah-langkah manajemen krisis. Metode Penelitian yang dilakukan peneliti adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Corporate Communication Telkomsel dapat menjalankan perannyasebagai Public Relations dalam menerapkan langkah-langkah manajemen krisis dengan menggunakan Situational Crisis Communication Theory. Implikasi penelitian ini adalah manajemen krisis diperlukan agar krisis dapat teratasi.
Kata Kunci:Krisis, Manajemen Krisis, peran Public Relations, Telkomsel.