Abstract :
Sebagai perusahaan teknologi penyedia layanan transportasi online, PT GO-JEK Indonesia hadir untuk membantu perekonomian masyarakat dengan bantuan teknologi. Hadirnya layanan transportasi onlinedi Indonesia menjadi hal baru bagi beberapa orang. Dengan adanya inovasi seperti itumenyebabkan terjadinya demonstrasi serta perseteruan dari publik terhadap transportasi online. Mereka beropini bahwaPT GO-JEK telah menggusur, berkompetisi dan mengambil pangsa pasar mereka. Hal ini merupakan miskomunikasi dimana perusahaan dan publik tidak mencapai pengertian yang sama. Maka dari itu dengan analisis menggunakan metode kualitatif deskriptif serta teori peran Public Relations menurut Dozier & Broom (1995), hasil penelitian menunjukkan bahwa Public Relations PT GO-JEK telah melakukan tiga dari empat elemen peran Public Relations yaitu penasihat ahli, fasilitator komunikasi, dan fasilitator proses pemecahan masalah.Ketiga elemen tersebut juga memiliki persamaan yang signifikan dimana usulan-usulan yang diberikan Public Relations sebagai penasihat ahli juga merupakan representasi dari perannya sebagai fasilitator komunikasi dan sebagai fasilitator proses pemecahan masalah.
Kata kunci: Peran Public Relations, PT GO-JEKIndonesia, opini publik