DETAIL DOCUMENT
Analisis Fenomena Culture Shock yang dialami Mahasiswa Undergraduate Indonesia di Jerman
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT KOMUNIKASI DAN BISNIS LSPR
Author
Gahana, Dimas Giri
Subject
HT Communities. Classes. Races 
Datestamp
2024-01-03 10:45:10 
Abstract :
Globalisasi telah mempermudah akses kepada berbagai institusi pendidikan di dunia. Hal itu kemudian mendorong banyak mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di negara-negara maju. Banyak mahasiswa Indonesia memilih Jerman sebagai negara tujuan. Perbedaan budaya dan bahasa Jerman yang drastis membuat mereka mengalami culture shock. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan mahasiswa Indonesia di Jerman mengalami culture shock, serta memahami bagaimana proses mereka mengatasinya. Seluruh informasi dalam penelitian ini didapatkan oleh peneliti melalui wawancara dengan tiga orang mahasiswa/i Indonesia di Jerman dan seorang pakar komunikasi antarbudaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi serta metode analisis data dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga mahasiswa/i Indonesia di Jerman mengalami empat fase dalam Teori Kurva-U yaitu fase bulan madu, fase gegar budaya, fase penyesuaian, dan fase adaptasi. Selain itu, mereka juga mengalami perbedaan dalam lima dimensi budaya dari Teori Enam Dimensi Budaya Hofstede yaitu power distance, individualism, masculinity, uncertainty avoidance, dan long-term orientation. Sementara perbedaan dalam dimensi budaya indulgence tidak dialami oleh para mahasiswa/i Indonesia di Jerman tersebut. Kata kunci: Komunikasi antarbudaya, mahasiswa Indonesia, studi di luar negeri, culture shock, perbedaan budaya, Teori Kurva-U, Enam Dimensi Budaya Hofstede 

Institution Info

INSTITUT KOMUNIKASI DAN BISNIS LSPR