DETAIL DOCUMENT
Analisis Semiotika Iklan Korporat Telkomsel Versi Rumah Indonesia _Belu Nusa Tenggara Timur
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT KOMUNIKASI DAN BISNIS LSPR
Author
Putri T, Chayenne Lindra
Subject
HT Communities. Classes. Races 
Datestamp
2024-01-10 05:37:06 
Abstract :
Indonesia sebagai negara majemuk dengan penduduk lebih dari 265 juta jiwa dari suku bangsa, budaya, agama, dan bahasa yang beragam. Keberagaman tersebut bisa menjadikan Indonesia sebagai negara kesatuan dengan budaya yang paling kaya, atau sebaliknya, memicu konflik keberagaman bila tidak di jembatani dengan baik. Salah satu konflik yang dikarenakan perbedaan budaya adalah tragedi 1998 yang mengakibatkan jatuhnya presiden Soeharto. Mengawali transisi tersebut, hadir seorang tokoh multikulturalisme yaitu Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Multikulturalisme bagi Gus Dur merupakan penghayatan hidup bersama akan keberagaman sebagai bagian dari hidup bersama yang perlu dihayati secara konsekuen. Dengan analisis semiotika Roland Barthes, hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui iklan korporat versi Rumah Indonesia ? Belu, Nusa Tenggara Timur, Telkomsel mencoba memberikan pemahaman dan mengkomunikasikan pesan kepada publik mengenai isu multikultalisme, antar budaya, nasionalisme dan identitas budaya. Selain itu, iklan ini juga diharapkan dapat membantu mengatasi keragaman yang terjadi di Indonesia. Kata kunci: semiotika Roland Barthes, Telkomsel, iklan korporat, multikulturlisme, keberagaman, nasionalisme 

Institution Info

INSTITUT KOMUNIKASI DAN BISNIS LSPR