Institusion
INSTITUT KOMUNIKASI DAN BISNIS LSPR
Author
Ardiyatna, Kadek Ayu Maharani
Hasna, Andra Sahirah
Subject
HT Communities. Classes. Races
Datestamp
2024-01-11 04:46:27
Abstract :
Penyebaran virus COVID-19 telah memberikan dampak kepada banyak industri di Indonesia, khususnya industri pariwisata. Sejak itu, jumlah wisatawan yang bepergian ke Indonesia menurun drastis. Usaha untuk tetap menghidupkan pariwisata di masa pandemi adalah dengan memaksimalkan penggunaan media sosial untuk melakukan promosi. Hal ini terjadi karena adanya akselerasi digital yang diakibatkan oleh COVID-19, dimana sebagian besar aktivitas dilaksanakan secara daring. Adanya pandemi COVID-19 di Indonesia juga mengubah banyak hal termasuk tren berwisata, dimana destinasi dan atraksi wisata akan lebih mengarah kepada konsep Nature, Eco, Wellness, dan Adventure (NEWA). Destinasi wisata yang memiliki konsep tersebut adalah desa wisata. Salah satu desa wisata yang tergolong berkembang adalah Desa Bantarkaret Bogor yang telah menjadi desa wisata sejak tahun 2018. Desa Wisata Bantarkaret memiliki keinginan untuk melibatkan masyarakat sebagai pelaku dan pengelola wisata sebagai bentuk penerapan community based tourism, yang merupakan ciri khas sebuah desa wisata. Karya ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada warga Desa Wisata Bantarkaret mengenai fotografi, media sosial dan perencanaan pariwisata agar mampu meningkatkan daya saing dan produktivitas untuk mempersiapkan desa wisata dalam menghadapi era normal baru. Pelaksanaan karya ini dipandu dengan The Seven Communication (7C), Teori Pemrosesan Informasi, serta digunakan juga tahapan TourismPplanning Process Model.
Kata kunci:COVID-19, Media Sosial, Desa Wisata, Community Based Tourism, Pelatihan, Teori Pemrosesan Informasi, Tourism Planning Process