Institusion
INSTITUT KOMUNIKASI DAN BISNIS LSPR
Author
Runkat, Belva Arbella Beneta
Subject
HT Communities. Classes. Races
Datestamp
2024-02-06 02:00:26
Abstract :
Indonesia telah meratifikasi Persetujuan Paris di tahun 2016 dan telah merumuskan Nationally Determined Contribution (NDC) pada periode 2015-2019 sampai seterusnya sebagai bentuk upaya menahan laju kenaikan suhu bumi hingga 2°C dan menanggulangi perubahan iklim. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia juga telah mengupayakan berbagai program sebagai aksi dari perwujudan tujuan tersebut. Namun ironisnya, masih banyak orang Indonesia yang meragukan bahwa perubahan iklim disebabkan oleh ulah manusia. Melihat fenomena ini, beberapa pihak merasa bahwa pelaksanaan aksi iklim oleh pemerintah masih minim. Maka dari itu, muncullah organisasi-organisasi pemuda pencinta iklim, salah satunya Green Welfare Indonesia, yang hadir untuk berperan dalam upaya pengendalian perubahan iklim di Indonesia melalui aksi iklim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana relevansi aksi iklim yang dilakukan Organisasi Green Welfare Indonesia dalam upaya pengendalian perubahan iklim Indonesia dengan menganalisanya menggunakan Teori Global Climate Governance dan Teori Komunikasi Perubahan Iklim. Pembahasan pada skripsi ini meliputi konsep mitigasi, adaptasi, dan kerugian & kerugian akibat perubahan iklim (L&D). Metode penelitian kualitatif-deskriptif telah digunakan pada penelitian ini. Peneliti menggunakan teknik wawancara semi-terstruktur untuk menjawab tujuan penelitian.
Kata Kunci: Paris Agreement, Nationally Determined Contribution, Global Climate Governance, Komunikasi Perubahan Iklim, Non Governmental Organizations, Perubahan Iklim, Pemuda, Indonesia.