DETAIL DOCUMENT
Pembuatan Sandiwara Radio Legenda Masyarakat Sulawesi Selatan "Cinta Datu Museng Dan Maipa Deapati"
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT KOMUNIKASI DAN BISNIS LSPR
Author
Permata, Jelita Lidia
Santoso, Jessica Budi
Hafsari, Mulfah Ayu Suci
Subject
HT Communities. Classes. Races 
Datestamp
2024-01-03 10:58:07 
Abstract :
Globalisasi merupakan proses masuknya kebudayaan dari satu negara ke negara lain tanpa dipengaruhi oleh ruang dan waktu. Globalisasi dapat memicu lahirnya imperialisme budaya, yang merupakan diterimanya budaya nasional pada satu negara. Indonesia merupakan negara yang mengalami dampak dari imperialism budaya, salah satu dengan masuknya budaya K-Pop negara Korea Selatan. Untuk menahan arus imperialisme,maka dibutuhkan strategi untuk menjaga keseimbangan budaya nasional dan budaya dari luar Indonesia. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melestarikan kebudayaan lokal, seperti Cerita Legenda melalui Radio. Karya ini menggunakan teori imperialisme budaya dan media massa dalam memproduksi sandiwara radio. Media massa konvensional radio dan program sandiwara radio digunakan sebagai media komunikasi kepada audience karena dapat menjangkau khalayak luas bahkan sampai kedaerah-daerah. Dalam membuat sandiwara radio, dilakukan 6 tahap untuk menyelesaikannya yaitu planning, preparing, writing, recording, directing, danediting. Hasil durasi dari karya ini yaitu 48 menit dan disiarkan di radio lokal yaitu C-Radio 100.7FM yang merupakan radio lokal Marros, Sulawesi Selatan dan 97.3 Bima FM radio lokal Bima, Nusa Tenggara Barat. Sandiwara radio ini di produksi sebagai bentuk kontribusi pembuat karya dalam melestarikan kebudayaan Indonesia khususnya daerah Sulawesi Selatan. Kata Kunci: Sandiwara Radio, Globalisasi, Imperialisme, Legenda Rakyat 

Institution Info

INSTITUT KOMUNIKASI DAN BISNIS LSPR