DETAIL DOCUMENT
Pemerintah Indonesia, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Energi Baru Dan Terbarukan, Target Bauran EBT, Teori Hijau
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT KOMUNIKASI DAN BISNIS LSPR
Author
Wijaya, Suryandy
Subject
HT Communities. Classes. Races 
Datestamp
2024-01-03 11:04:52 
Abstract :
Penggunaan energi fosil merupakan kontributor terbesar terhadap polusi di seluruh dunia. Oleh sebab itu, penggunaan energi bersih dan terjangkau menjadi salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang disahkan oleh para pemimpin negara termasuk Indonesia pada tahun 2015. Target pembangunan berkelanjutan tentang energi bersih dan terjangkau diselaraskan dengan target bauran energi terbarukan 23% pada tahun 2025 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan Teori Hijau untuk menganalisis strategi Pemerintah Indonesia dalam mencapai target bauran energi terbarukan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa energi baru dan terbarukan mempunyai beberapa hambatan seperti teknologi energi baru dan terbarukan (EBT) yang mahal, hambatan sosial dan politik, ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil dan hambatan regulasi. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melakukan beberapa upaya dalam mencapai target bauran energi baru dan terbarukan seperti pembentukan program, regulasi, kerja sama bilateral Indonesia dengan negara lain, dan kerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP). Walaupun sudah ada beberapa program Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan EBT akan tetapi target bauran energi baru dan terbarukan akan sulit tercapai jika hambatan-hambatan tetap ada. Pemerintah Indonesia harus mengatasi hambatan-hambatan yang ada terlebih dahulu jika ingin mencapai target bauran energi baru dan terbarukan pada tahun 2025. Kata Kunci : Pemerintah Indonesia, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Energi Baru dan Terbarukan, Target Bauran EBT, Teori Hijau 

Institution Info

INSTITUT KOMUNIKASI DAN BISNIS LSPR