Abstract :
Popularitas video Autonomous Sensory Meridian Response atau ASMR terutama di media sosial YouTube pada kalangan remaja kian meningkat tiap tahunnya. Selain didorong oleh peningkatan jumlah pengguna YouTube, video ASMR juga memiliki keunikan yaitu dapat memberikan bantuan sementara bagi mereka yang mengalami depresi, stress, dan masalah kronis lainnya. SAS-ASMR merupakan asmrtist yang paling populer di YouTube dengan jumlah subscriber mencapai lebih dari 6 juta orang. Penelitian ini menggunakan teori persepsi dengan metode penelitian kuantitatif deskriptif, untuk mengetahui persepsi mahasiswa Universitas Negeri Jakarta terhadap video SAS-ASMR. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 96 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden menyatakan sangat setuju pada dimensi sensasi dan dimensi atensi. Sedangkan pada dimensi interpretasi, responden memberikan respon setuju yang mana membuat interpretasi menjadi dimensi dengan tingkat respon terendah dibandingkan dimensi lainnya.
Kata Kunci : Persepsi, Video, ASMR, SAS-ASMR