DETAIL DOCUMENT
Representasi Posthumanism Dalam Serial Netflix Black Mirror Episode " ARKANGEL "
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT KOMUNIKASI DAN BISNIS LSPR
Author
Nadine, Michelle Tamara
Subject
HT Communities. Classes. Races 
Datestamp
2024-01-11 06:59:18 
Abstract :
Posthumanism merupakan sebuah era di mana manusia dikuasai oleh teknologi-teknologi ciptaannya yang dibuat dengan tujuan untuk melawan keterbatasannya sebagai manusia. Teknologi kemudian menjadi sangat canggih hingga memperlihatkan keunggulan yang setara antara manusia dan mesin. Kondisi posthumanism terbagi menjadi tiga, yaitu posthumanism tentang akhir dari jagat raya yang terpusat pada manusia atau humanisme, posthumanism tentang evolusi kehidupan, dan posthumanism tentang bagaimana kita hidup dan mengatur eksploitasi kita atas lingkungan, hewan, dan lainnya. Media massa dapat digunakan untuk menyampaikan pesan posthumanism kepada khalayak luas, salah satunya adalah dengan menggunakan serial televisi. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti melakukan kajian terhadap serial Netflix Black Mirror episode ?Arkangel? untuk menganalisis unsur posthumanism. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika John Fiske yang meneliti level realitas, level representasi,dan level ideologi yang terdapat pada setiap adegan yang menggambarkan unsur posthumanism. Pada akhir penelitian, dapat disimpulkan bahwa serial Netflix Black Mirror episode ?Arkangel? merepresentasikan posthumanism dan menyampaikan pesan mengenai realita manusia yang hidup di tengah-tengah teknologi yang mendominasi. Kata kunci:Representasi, posthumanism, black mirror, semiotika, john fiske 

Institution Info

INSTITUT KOMUNIKASI DAN BISNIS LSPR