DETAIL DOCUMENT
Objek Wisata Kamp Auschwitz Sebagai Alat Diplomasi
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT KOMUNIKASI DAN BISNIS LSPR
Author
Crystalino, Olivia
Subject
HT Communities. Classes. Races 
Datestamp
2024-01-03 10:05:45 
Abstract :
Saat ini, Dark Tourismadalah salah satu fenomena dalam dunia pariwisata, yang berkembang di sekitar orang-orang yang tertarik pada objek wisata yang memiliki sejarah masa lalu yang kelam. Atraksi-atraksi ini adalah peringatan berbagai jenis di mana tragedi, kematian, dan penderitaan telah terjadi selama masa lalu. Orang tertarik dengan istilah apa pun yang terkait dengan kematian dan bencana. Dalam penelitianini, peneliti menekankan pada Kamp Auschwitz di Polandia, yang menjadi tiga terbaik destinasi Dark Tourism berdasarkan populer di dunia selama 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh upaya Polandia dalam melakukan diplomasi publikmelalui Kamp Auschwitz sebagai Dark Tourismdan seberapa suksesnya mereka.Penelitian ini mengkaji fenomena Dark Tourism melalui metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, wawancara, dan studi kasus dalam pemikiran deskriptif. Konteks teoritis akan menyajikan definisi diplomasi publikdandark tourism. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa diplomasi publikyang dilaksanakan oleh negara Polandia mampu menjadikan Kamp Auschwitzmenjadi destinasi terbaik ketiga di dunia berdasarkan popularitas pada tahun 2017 dan masuk daftar warisan dunia UNESCO pada tahun 1974. Selain itu, organisasi The International Council of Auschwitz Birkenaumemiliki peran penting dalam melaksanakan tugasmelestarikan dan melestarikan keberadaan Kamp Auschwitz. Kata kunci:Diplomasi Publik, Dark Tourism 

Institution Info

INSTITUT KOMUNIKASI DAN BISNIS LSPR