Institusion
Universitas Kristen Maranatha
Author
Juliano, Vinshensius Billy ( 1052218 )
Subject
HD28 Management. Industrial Management
Datestamp
2015-01-27 01:56:24
Abstract :
Persaingan di dunia modern sekarang ini mengharuskan setiap sektor usaha baik itu jasa maupun manufaktur harus bisa memberikan nilai tambah untuk setiap produk dan pelayanan yang diberikan kepada konsumen. Salah satu industri jasa tersebut adalah bank. Agar bisa bersaing dengan bank yang lainnya, PT. BNI (Persero) Tbk. KCP Kopo perlu meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah, salah satu kualitas pelayanan yang perlu diperbaiki adalah sistem antrian.
Antrian timbul karena tingkat pelayanan lebih kecil dibandingkan dengan tingkat kedatangan. Penggunaan model antrian dapat membantu pihak Bank BNI untuk menentukan jumlah teller yang optimum di setiap jam agar masalah antrian dapat dikurangi pada saat ramai dan mengurangi waktu menganggur pada teller di Bank BNI sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal. Dalam penelitian ini digunakan sistem antrian jalur berganda M/M/S, karena terdapat lebih dari satu teller yang disediakan untuk melayani nasabah dan hanya satu tahap pelayanan yang harus dilalui oleh nasabah untuk menyelesaikan transaksi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kinerja sistem antrian yang ada sekarang dirasakan belum optimum karena masih terdapat antrian yang cukup panjang pada jam sibuk yaitu jam 11.00-12.00. Oleh karena itu, pihak Bank BNI harus bisa menempatkan jumlah teller optimum berdasarkan tingkat kedatangan nasabah dan tingkat antrian yang terjadi setiap harinya. Hasil penelitian dan analisis dengan menggunakan metode antrian, menunjukkan jumlah teller yang optimum berbeda setiap jamnya. 2 orang teller
pada jam 08.00-09.00, 3 orang teller pada jam 09.00-10.00, 10.00-11.00, 12.00-13.00, dan 5 orang teller pada jam 11.00-12.00, dengan waktu menunggu sebesar 1,06 menit.