Institusion
Universitas Kristen Maranatha
Author
Indra, Albertus Dwi (0664222)
Subject
NA Architecture
Datestamp
2012-05-05 04:56:25
Abstract :
Kemajuan ilmu dan teknologi berkembang dengan pesat diberbagai bidang,
termasuk dalam bidang pangan, kemajuan teknologi ini membawa dampak
positif maupun negatif. Dampak positif teknologi tersebut mampu meningkatkan
kuantitas dan kualitas pangan, juga meningkatkan diversivikasi, hygiene, sanitasi,
praktis dan lebih ekonomis. Dampak negatif kemajuan teknologi tersebut
ternyata cukup besar bagi kesehatan konsumen dengan adanya penggunaan zat
aditif yang berbahaya.
Pola kehidupan masa kini dicirikan dengan tingginya biaya hidup, emansipasi
atau karena alasan lain menyebabkan wanita bekerja diluar rumah. Data statistik
tahun 2002 menunjukkan bahwa wanita yang bekerja pada angkatan kerja
berjumlah 33,06 juta atau 44,23% dari jumlah total usia wanita antara 15-60
tahun (BPS, 2002). Wanita sebagai ibu rumah tangga dan sebagian lain
berprofesi bekerja di luar rumah, karena keterbatasan waktu dan kesibukan, serta
sulitnya mencari pramuwisma menyebabkan makanan siap saji menjadi menu
utama sehari-hari.
Ritme kehidupan yang menuntut segala sesuatu serba cepat, waktu terbatas, anak
harus pergi sekolah sementara ibu dan bapak harus segera berangkat kerja,
sebagai jalan pintas untuk sarapan disediakanlah makanan siap saji yang
memakan waktu penyiapan 3 sampai 5 menit. Siang hari pulang sekolah ibu dan
bapak masih bekerja dikantor, anak-anak kembali menikmati makanan siap saji
ini. Selain mudah disajikan makanan ini umumnya mempunyai cita rasa yang
gurih dan umumnya disukai, terutama oleh anak-anak usia sekolah.
Masalah lain yang jadi fenomena dimasyarakat adalah tersedianya berbagai
jajanan yang dikemas dapat dipastikan ?kaya? zat aditif. Tercatat 13 jenis snack
mengandung bahan aditif dalam kandungan yang cukup tinggi (Republika,
2003). Pertanyaan yang muncul adalah sejauh manakah bahan-bahan aditif tersebut terkonsumsi dan terakumulasi dalam tubuh, bagaimana dampaknya bagi
kesehatan? Dan bagaimana tindakan konsumen terutama ibu-ibu rumah tangga
dalam memilih, mengolah makanan yang aman, higienis, cukup gizi dan
menyehatkan anggota keluarganya?
Diperlukan sebuah kampanye yang efektif guna meminimalisir konsumsi jajanan
tidak sehat itu sendiri, dan dengan menanamkan rasa kepedulian terhadap
kesehatan anak-anak usia sekolah sebagai generasi penerus bangsa ini, terutama
kepada orang tua (ibu rumah tangga), diharapkan melalui solusi bekal sebagai
kepedulian orang tua terhadap kesehatan anak-anak usia sekolah ini, dapat
menciptakan anak-anak usia sekolah yang sehat, cerdas, dan berprestasi demi
kemajuan bangsa.