Abstract :
Planet bumi ini terdiri dari berbagai bangsa dan negara yang terletak pada
setiap benua nya, yang didalamnya juga terdapat lagi bagian-bagian yang lebih
kecil yaitu kota-kota dan seterusnya. Perbedaan-perbedaan yang ada pada setiap
bagiannya membentuk suatu ciri khas yang tentunya membedakan antara satu
tempat dengan tempat-tempat yang lain.
Hal-hal demikian membentuk suatu kebudayaan, adat istiadat dan juga
berbagai keanekaragaman lainnya dalam setiap wilayah. Perbedaan itu membuat
suatu wilayah terkesan mempunyai ?kedudukan? yang lebih tinggi dibandingkan
dengan kota atau negara lain.
Padahal pada kenyataanya setiap wilayah mempunyai fungsi masing-
masing. Setiap wilayah pasti memiliki kelebihan, keunikan dan kekuatan yang
berbeda-beda. Oleh karena itu selayaknya setiap penduduk dapat berbangga atas
setiap kelebihan, keunikan dan kekuatan daerahnya masing-masing serta
menghargai kelebihan daerah-daerah lainnya. Menampilkan dengan bangga setiap
keunikan dan segala kebaikan yang dimiliki oleh daerahnya.
Akhir-akhir ini mulai merebak istilah city branding di kalangan
masyarakat Indonesia. City branding ini telah diberlakukan oleh beberapa kota
dan negara-negara lain, yang berdampak positif bagi kemajuan kota dan
daerahnya masing-masing. Suatu hal yang positif saat ada segelintir masyarakat
Indonesia yang mulai berpikir untuk memberlakukan hal yang sama terhadap
beberapa kota di Indonesia, seperti yang telah diterapkan pada Pulau Bali, Daerah
Istimewa Yogyakarta dan juga yang terakhir pada Kota Semarang. City branding
mengangkat identitas kota dengan menonjolkan kebaikan-kebaikan yang terdapat
pada kota bersangkutan. City branding adalah suatu tindakan yang tepat untuk
membentuk identitas kota dan juga menimbulkan semangat nasionalisme serta
rasa cinta terhadap kota dan negaranya masing-masing.