Abstract :
UAV (Unmanned Aerial Vehicle) merupakan salah satu aplikasi yang dikembangkan saat ini untuk membantu manusia untuk mengawasi suatu daerah. Karena ukuran UAV yang sangat kecil dan sulit untuk dideteksi sehingga sulit untuk dikendalikan oleh pilot menyebabkan rawan mengalami kecelakaan terbang. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dikembangkan UAV dengan sistem autopilot. UAV biasa digunakan untuk survei udara yaitu memonitor kebakaran hutan, kemacetan lalu lintas, dan patrol perbatasan wilayah.
Pada tugas akhir ini UAV yang telah dibuat adalah tipe quadcopter. Quadcopter merupakan salah satu jenis multirotor yang paling banyak dikembangkan. Quadcopter dapat terbang dengan pelan dan stabil. Flight controller yang digunakan adalah HKPilot Mega 2.5. HKPilot Mega 2.5 telah dilengkapi sensor gyroscope dan accelerometer yang berfungsi untuk melakukan koreksi posisi dengan menggunakan pengontrol PID, dan terdapat sensor barometer untuk membaca ketinggian quadcopter pada saat terbang. Modul GPS u-Blox CN-06 dihubungkan dengan HKPilot Mega 2.5 sebagai sistem navigasi quadcopter agar dapat melakukan waypoint.
Penggunaan fitur waypoint menggunakan modul GPS telah berhasil direalisasikan pada wahana quadcopter. Pada saat waypoint diaktifkan, Quadcopter mampu menuju ke titik waypoint tetapi masih terdapat penyimpangan jarak dan penyimpangan arah sudut terbang quadcopter. Jarak simpangan quadcopter pada saat terbang antara titik waypoint terhadap titik akhir lintasan terbang yaitu sebesar 1,345 meter dan penyimpangan sudut terbang sebesar 182,462?.