Abstract :
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian\ntinggi di dunia yang ditandai oleh tumbuhnya sel-sel abnormal yang tidak bisa dikendalikan dan\nsering memerlukan kemoterapi sebagai bagian dari pengobatannya. Namun, kemoterapi dapat\nmempengaruhi status nutrisi pasien akibat efek samping seperti mual, muntah, dan penurunan\nnafsu makan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara siklus\nkemoterapi dan status nutrisi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di\nRumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif\ndengan pendekatan cross- sectional dan menggunakan uji chi-square. Teknik pengambilan\nsampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 40\norang yang menjalani kemoterapi pada bulan Januari 2025. Status nutrisi diukur menggunakan\nkuesioner Malnutrition Screening Tool (MST). Hasil: hasil menunjukkan bahwa 55%\nresponden yang menjalani siklus kemoterapi ke-3 (dengan pemberian obat selama 6–8 jam),\n50% responden memiliki indeks massa tubuh kategori normal, dan 52,5% menunjukkan status\nnutrisi yang baik. Simpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara siklus kemoterapi dan\nstatus nutrisi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Sentra\nMedika Cibinong dengan nilai p = 0,010 (p < 0,05). Perihal ini mengindikasikan bahwa semakin\nlama kemoterapi, semakin berat efek samping yang dialami.