Abstract :
Latar Belakang: Keamanan pangan merupakan upaya mencegah makanan dari\ncemaran yang membahayakan kesehatan. Foodborne disease masih menjadi\nmasalah global, termasuk di Indonesia, seperti kasus keracunan di Kabupaten\nBekasi dan Cikarang. Hal ini menunjukkan jajanan masih berisiko kurang higienis.\nBanyak pedagang mengabaikan higiene karena keterbatasan informasi, modal, dan\nbimbingan, padahal pengetahuan serta sikap sangat berperan dalam menjaga\npersonal hygiene. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan\nsikap keamanan pangan dengan personal hygiene pedagang jajanan di Desa Pasir\nGombong sebagai dasar edukasi dalam meningkatkan kualitas jajanan yang aman\nbagi masyarakat. Subyek dan Metode : Pada penelitian ini menggunakan\nrancangan analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di\nDesa Pasir Gombong. Sampel sebanyak 50 orang, alat penelitian ini menggunakan\nkuesioner. Uji statistik menggunakan Chi - Square untuk melihat hubungan variabel.\nHasil: Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 1,000 (0.05). Hal tersebut\nmenunjukkan tidak ada hubungan antara antara pengetahuan keamanan pangan\ndengan personal hygiene. Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 0, 170 (0.05)\nHal tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara antara sikap keamanan\npangan dengan personal hygiene. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan\nbahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki, berusia dewasa madya,\nberpendidikan tinggi, memiliki pengalaman berdagang yang cukup lama,\nberpenghasilan menengah ke atas, serta sebagian besar belum pernah mengikuti\npelatihan keamanan pangan dan personal hygiene. Secara umum, responden\nmemiliki tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku personal hygiene yang tergolong\nbaik. Namun demikian, analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan\nyang signifikan antara pengetahuan maupun sikap keamanan pangan dengan\nperilaku personal hygiene (p > 0,05).