DETAIL DOCUMENT
Hubungan Lama Operasi Dengan Kejadian Shivering Pada Pembedahan Herniotomy Menggunakan Spinal Anestesi di RS Medirossa Cikarang
Total View This Week0
Institusion
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN
Author
Suanda Saputra
Subject
UMS.STKA01.011 
Datestamp
2025-10-20 04:54:34 
Abstract :
Shivering pasca anestesi dapat terjadi pada pasien dengan anestesi umum sebesar 5-65% dan\nsedangkan pada anestesi spinal mencapai 33-57%. Shivering pasca anestesi adalah mekanism\nkompensasi dalam tubuh yang dapat menyebabkan efek samping yang merugikan, termasuk\nketidaknyamanan pasien, nyeri akibat perluasan bekas luka operasi, dan peningkatan kebutuhan\noksigen akibat meningkatnya aktivitas otot. TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk untuk\nmengetahui hubungan lama operasi dengan shivering pada pembedahan herniotomy menggunakan spinal anestesi diruang operasi RS.Medirossa Cikarang. HASIL: Berdasarkan hasil penelitian yang dapat dijelaskan bahwa pasien yang telah menjalani tindakan pembedahan herniatomi dengan spinal anestesi di RS.Medirossa Cikarang mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 25 responden (80,6%). Dan perempuan 6 responden (19,4%). Berdasarkan hasil penelitian umu mayoritas yang mengalami pembedahan herniotomi dengan spinal anestesi dalam penelitian in adalah rentang umur 43-55 tahun sebanyak 15 responden (48,4%). Dari uji statistik pearson chi square diperoleh nilai (p-value) 0,012 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lama operasi dan shivering pada pembedahan herniotomi menggunakan spinal anestesi di RS.Medirossa Cikarang. KESIMPULAN: Ada hubungan lama operasi dengan kejadian shivering pada pembedahan herniotomy menggunakan spinal anestesi di RS. Medirossa Cikarang 

Institution Info

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN