DETAIL DOCUMENT
Gambaran Penggunaan Obat Antituberkulosis (OAT) Pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Cipayung Kota Depok Tahun 2022
Total View This Week0
Institusion
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN
Author
Nurul Hikmah
Subject
UMS.FAR02.012 
Datestamp
2025-10-20 07:38:40 
Abstract :
Latar Belakang tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang\nmenyebabkan kematian terbanyak di dunia. Penyakit ini menyebar ketika\npenderita tuberkulosis paru mengeluarkan droplet yang mengandung bakteri ke\nudara, seperti saat batuk. Infeksi dapat terjadi jika droplet tersebut terhirup ke\ndalam saluran pernafasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola\npenggunaan obat antituberkulosis (OAT), menggambarkan kesesuaian\npenggunaan OAT berdasarkan Pedoman Penanggulangan Nasional Tuberkulosis\ntahun 2016 dari Kementrian Kesehatan RI, dan uji hubungan antara hasil\npengobatan dengan umur, jenis kelamin, lama pengobatan, dan banyaknya\npenyakit kronik. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan data\nsecara retrospektif yang dapat dilihat dari data rekam medis pasien pada periode\nJanuari-Desember 2022 di Puskesmas Cipayung Kota Depok. Hasil penelitian\nberdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa jumlah penderita laki-laki lebih\nbanyak dari pada perempuan yaitu laki-laki sebesar 53,2% dan perempuan 46,8%.\nBerdasarkan usia, jumlah terbanyak berada pada rentang usia 21-59 tahun yaitu\nsebesar 74,0%. Berdasarkan lama pengobatan menunjukkan bahwa pasien\nterbanyak yang menjalani pengobatan tepat 6 bulan yaitu sebesar 94,8%.\nBerdasarkan pemberian jenis KDT (Kombinasi Dosis Tetap) yaitu sebesar 100%.\nBerdasarkan kesesuaian penggunaan obat yaitu kesesuaian dosis, indikasi, dan\npemilihan kombinasi OAT telah memenuhi standar pedoman penanggulangan TB.\nKesimpulan berdasarkan analisis hubungan antara usia, lama pengobatan, jenis\nkelamin, dan penyakit penyerta kronik terhadap hasil pengobatan pasien diperoleh\nhasil bahwa usia dan lama pengobatan memiliki hubungan yang signifikan dengan\nhasil pengobatan pasien. Sedangkan jenis kelamin dan penyakit penyerta kronik\ntidak memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil pengobatan pasien. 

Institution Info

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN