Abstract :
Daun pisang ambon mengandung senyawa kimia seperti tanin, saponin, dan \nflavonoid yang memiliki potensi besar dalam penyembuhan luka pada manusia.\nPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak terpurifikasi daun\npisang ambon sebagai agen antiinflamasi pada luka bakar mencit. Prosedur yang\ndilakukan mencakup pengolahan daun pisang ambon menjadi ekstrak kental\nterpurifikasi, diikuti dengan uji in silico dan uji antiinflamasi pada punggung\nmencit. Hasil dari molecular docking dan evaluasi keamanan sebagai agen\nterapeutik menunjukkan bahwa senyawa leucocyanidin berpotensi sebagai kandidat\nobat baru untuk antiinflamasi dengan nilai binding affinity sebesar -11,2 Kcal/mol\nkestabilan dengan reseptor COX-1 dan kestabilan dengan reseptor COX-2 dengan\nnilai binding affinity sebesar -11,1 Kcal/mol. Pengujian antiinflamasi menunjukkan\nbahwa ekstrak terpurifikasi daun pisang ambon dengan konsentrasi 30%\nmemberikan efek optimal setara dengan efek salep Burnazin 35 gram yang\ndigunakan sebagai kontrol obat.