Abstract :
Produksi keringat yang berlebih dapat memicu masalah seperti bau badan yang disebabkan\noleh bakteri diantaranya Straphylococcus aureus dan Straphylococcus epidermidis.\nKandugan pada daun jambu air dan daun bandotan seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan\nsaponin berpotensi sebagai agen antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk\nmengetahui zona hambat yang dihasilkan pada sediaan deodoran semprot terhadap bakteri\npenyebab bau badan dengan mengkombinasikan ekstrak daun jambu air (Syzygi \num aqueum (Burm.F) Alston) dan ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides L) pada 3\nformula yaitu F1(1%), F2(2%) dan F3(4%) menggunakan metode difusi cakram. Zona\nhambat deodoran semprot kombinasi ekstrak daun jambu air (Syzygium aqueum (Burm.F)\nAlston) daun bandotan (Ageratum conyzoides L) memiliki daya hambat terhadap bakteri \nStraphylococcus aureus dan straphylococcus epidermidis sebesar F1 7,00-7,67 mm, F2 88,33 mm dan F3 9,33-11,67 mm Kesimpulan diketahui nilai daya hambat sediaan deodorant semprot diberikan pada formula F3 sebesar 9,33-11,67 mm dengan kategori kuat.