DETAIL DOCUMENT
Hubungan Aktivitas Fisik dan Stres Dengan Kejadian Pre Menstrual Syndrome (PMS) Pada Mahasiswi Program Studi Sarjana Keperawatan Semester VI Univeristas Medika Suherman
Total View This Week0
Institusion
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN
Author
Santih Susantih
Subject
UMS.NS02.011 
Datestamp
2025-10-21 02:10:15 
Abstract :
Pre Menstrual Syndrome adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosional yang terkait dengan siklus\nmenstruasi wanita. Aktivitas fisik adalah pergerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka dan membutuhkan\npengeluaran energi. Stres adalah respons terhadap tanggung jawab fisik dan psikologis dari perubahan dan\nkemarahan, ketakutan, dan emosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan\nstres dengan kejadian PMS pada mahasiswi S-1 Keperawatan semester VI di Universitas Medika Suherman.\nMetode Penelitian ini dengan menggunakan analitik kuantitatif dengan menggunakan cross-sectional, teknik\nsampling menggunakan total sampling sebanyak 35 responden dengan menggunakan kuesioner. Analisis\npenelitian dengan uji univariat didapatkan distribusi frekuensi aktivitas fisik rendah yaitu 18 responden,\naktivitas fisik sedang 12 responden, dan aktivitas fisik tinggi 5 responden. stres rendah 13 responden, stres\nsedang 5 responden, stres berat 3 responden, dan stres sangat berat 14 responden. yang tidak mengalami PMS\n17 responden, dan PMS berat 18 responden. Dan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil\nUji chi-square didapatkan p-value 0, 031 <0, 05 yang diartikan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan\nAdanya hubungan antara aktivitas fisik dan stres dengan kejadian pre menstrual syndrome pada mahasiswi S-1\nkeperawatan semester VI Universitas Medika Suherman. 

Institution Info

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN