Abstract :
Kasus DM pada tahun 2022 Ada sebanyak 42.517 orang yang ditemukan, dimana dari sekian\nbanyak penderita tersebut jenis kelamin perempuan yang paling dominan sekitar 67%.\nPenyebabnya paling banyak karena kurangnya tingkat pengetahuan tentang DM dan produksi\nhormon stres yang timbul sehingga mengalami kenaikan kadar gula darah yang tak terkontrol\nsehingga dapat menyebabkan hiperglikemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui\nfaktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperglikemia pada penderita DM di Desa\nSukamulya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2022. jenis penelitian yang digunakan\nadalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Pada populasi\npenelitian ini ada 37 responden. Dengan total sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa\nkuesioner. Analisis data yang dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan\nAnalisis uji Chi Square dengan bantuan IBM SPSS statistics 25. Hasil penelitian ini menunjukan\ntidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan hiperglikemia dengan nilai p value 0,100 >\n(0,05) dan nilai OR 1,028. Ada hubungan antara stres dengan hiperglikemia dengan nilai p value\n0,000 < (0,05). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan hiperglikemia dengan nilai p\nvalue 0,000 < (0,05). Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai”Faktor-faktor Yang\nBerhubungan dengan Kejadian Hiperglikemia Pada Penderita DM di Desa Sukamulya\nKecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2022, maka penulis dapat mengambil kesimpulan\nsebagai berikut : Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian hiperglikemia, ada\nhubungan antara stres dengan kejadian hiperglikemia, ada hubungan antara tingkat pengetahuan\ndengan kejadian hiperglikemia.