Abstract :
Latar Belakang : Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah\nseseorang lebih tinggi dari normal, atau sering disebut dengan tekanan darah tinggi.\nHipertensi adalah peningkatan tekanan darah pada sistolik lebih dari 140 mmHg dan\ndiastolik lebih dari 90 mmHg. Terdapat faktor-faktor yang dapat meningkatkan\nresiko hipertensi salah satunya yaitu pola makan (kebiasaan konsumsi lemak,\nnatrium dan kalium secara berlebih). Tujuan : Untuk menganalisa hubungan pola\nmakan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Desa\nMekarmukti. Metode : Penelitian ini adalah observatif analitik kuantitatif dengan\npendekatan cross sectional study di Puskesmas Mekarmukti. Sampel sebanyak 77\nresponden usia 15-64 tahun dipilih menggunakan metode non-probability sampling.\nVariabel independen adalah pola makan, sedangkan variabel dependen adalah\nhipertensi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pola makan, dengan analisis\nstatistik univariat dan bivariat menggunakan chi-square. Hasil : Uji statistik chisquare menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola makan dengan hipretensi\ndiperoleh hasil P-value < 0,05 (0,000). Kesimpulan : Penelitian ini terdapat\nhubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi.