Abstract :
Latar Belakang:Kecemasan merupakan respon emosional yang umum terjadi pada pasien yang\nakan menjalani tindakan operasi, termasuk Sectio Caesarea. Kecemasan dapat memicu aktivasi\nsistem saraf simpatis, menyebabkan perubahan fisiologis seperti peningkatan tekanan darah, yang\nberpotensi memperburuk kondisi intraoperatif.\nTujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan\ntekanan darah pada pasien intraoperatif Sectio Caesarea di kamar operasi RS Sentra Medika\nCisalak.Metode:Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional\nanalitik berbentuk cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 30 pasien yang diambil\nmenggunakan teknik total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Zung\nSelf Rating Anxienty Scale (SAS) , sedangkan data tekanan darah diperoleh dari pengukuran\ntekanan darah intraoperatif. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square.\nHasil:Sebanyak 33,3% pasien tidak mengalami kecemasan, 33,3% mengalami kecemasan ringan,\ndan 33,3% mengalami kecemasan sedang. Tekanan darah normal ditemukan pada 50% pasien,\nsedangkan tekanan darah tidak normal pada 50% pasien. Hasil uji Chi-Square menunjukkan\nterdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan tekanan darah intraoperatif\n(p = 0,006).Kesimpulan:Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kecemasan dan tekanan\ndarah pada pasien intraoperatif Sectio Caesarea. Semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin besar\nkemungkinan tekanan darah menjadi tidak normal. Intervensi manajemen kecemasan perlu\ndilakukan untuk menjaga kestabilan hemodinamik pasien selama tindakan operasi.