Abstract :
Latar belakang : Obesitas merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh\nketidakseimbangan energi akibat pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik.\nPrevalensi obesitas pada kelompok pra lansia (usia 45-59 tahun) di Desa Sukawijaya Wilayah\nPuskesmas Tambelang, cukup tinggi yaitu sebanyak 72 pra lansia. Prevalensi kelebihan berat\nbadan dan obesitas di Kota Bekasi mencapai 17,41%, sementara di Kabupaten Bekasi angkanya\nsebesar 10,17% (Kemenkes, 2019). Terkena penyakit tidak menular termasuk diabetes,\nhipertensi, dan penyakit jantung lebih mungkin terjadi pada mereka yang kelebihan berat badan\nsebelum mencapai usia tua. Tujuan : Angka obesitas pada masyarakat Desa Sukawijaya yang\nbelum berusia lanjut akan menjadi fokus penelitian ini. Metode Penelitian : Penelitian ini\nmelibatkan 72 peserta dan menggunakan desain cross-sectional dengan menggunakan sampel\nlengkap. International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) digunakan untuk mengevaluasi\naktivitas fisik, kuesioner digunakan untuk mengukur jenis, frekuensi, dan jumlah makanan\nyang dikonsumsi, dan indeks massa tubuh (IMT) digunakan untuk menentukan status obesitas.\nUji Chi-Square digunakan untuk analisis data. Hasil : Pola makan berhubungan signifikan\ndengan obesitas (p=0,002) dan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan obesitas\n(p=0,011), menurut hasil penelitian. Kesimpulan : Temuan penelitian menunjukkan bahwa\nprevalensi obesitas di kalangan orang dewasa di Desa Sukawijaya berkorelasi dengan\nkebiasaan makan dan tingkat aktivitas fisik. Saran: Menerapkan pola makan yang seimbang,\nbergizi, dan berserat tinggi serta memperbanyak aktivitas fisik melalui olahraga ringan seperti\njalan kaki atau senam, akan membantu para lansia di Desa Sukawijaya menjaga keseimbangan\nenergi yang baik dan mencegah terjadinya obesitas.