Abstract :
The National Health Insurance Program (JKN) has had a major impact not only
on national health governance, but also has an impact on the pharmaceutical
industry as a whole. This study aims to analyze the level of competition in the
pharmaceutical industry in Indonesia in the JKN era by using the Five Forces
Porter’s Model analysis. The researcher wanted to find out how the threat of the
entry of newcomers, the level of rivalry between competitors, the pressure of
substitute products, the bargaining power of buyers and suppliers, including also
to find out whether Takeda Indonesia would remain in the JKN market, and how
PT Takeda Indonesia's marketing strategy inside face the condition. This research
is a qualitative research with a case study model, which is obtained by using
primary data collection techniques through observation and interview methods, as
well as secondary data through literature studies. The results of data collection and
analysis are presented descriptively. The researcher also used a SWOT analysis
(IFAS and EFAS) to find out the strengths and weaknesses of the company, then to
the recommendation whether the company needed to stay on JKN or have to leave
it, and which markets should be the focus of the company to survive and grow
sustainably. The findings of this study are that the competition level of the
pharmaceutical industry in Indonesia belongs to the high category, and the strategy
that can be applied is the ST strategy, because it is in the second quadrant, namely
by utilizing strength to suppress threats. This study also recommends that
companies exit the JKN market because it relates to aspects of profitability and
focus on the Regular sector.
Keywords: Five Force Porter's Model, Qualitative, JKN, SWOT Analysis
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah memberikan dampak yang besar
bukan saja tentang tata kelola kesehatan secara nasional, namun berdampak pada
industri farmasi secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa
tingkat persaingan industri farmasi di Indonesia di dalam era JKN dengan
menggunakan analisis Five Forces Porter’s Model. Peneliti ingin mengetahui
bagaimana tingkat ancaman masuknya pendatang baru, tingkat rivalitas antara
pesaing, tekanan produk pengganti, kekuatan tawar menawar pembeli dan
pemasok, termasuk juga untuk mengetahui apakah Takeda Indonesia akan tetap
bertahan di pasar JKN, dan bagaimana strategi pemasaran PT Takeda Indonesia, di
dalam menghadapi kondisi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif
dengan model studi kasus, yang didapatkan dengan menggunakan teknik
pengumpulan data primer melalui metode observasi dan wawancara, serta data
sekunder melalui studi literatur. Hasil pengumpulan data dan analisa disajikan
secara deskriptif. Peneliti juga menggunakan analisa SWOT (IFAS dan EFAS)
untuk mengetahui sisi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan,
untuk selanjutnya sampai kepada rekomendasi apakah perusahaan perlu tetap
bertahan di JKN atau harus meninggalkannya, serta pasar mana sebaiknya yang
menjadi fokus perusahaan untuk dapat tetap bertahan dan bertumbuh secara
berkelanjutan. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa tingkat persaingan industri
farmasi di Indonesia termasuk ke dalam kategori tinggi, dan strategi yang dapat
diterapkan adalah strategi ST, karena berada pada kuadran ke 2, yaitu dengan
memanfaatkan kekuatan (strength) untuk menekan ancaman (threat). Penelitian ini
juga merekomendasikan perusahaan untuk keluar dari pasar JKN karena berkaitan
dengan aspek profitabilitas dan fokus ke sektor Regular.
Kata Kunci: Five Force Porter’s Model, Kualitatif, JKN, Analisa SWOT